Buka Seminar Antikorupsi demi Investasi, Agus Rahardjo Ungkit Revisi UU KPK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 10:41 WIB
Foto: Ketua KPK Agus Rahardjo (Farih Maulana-detikcom)
Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo membuka 'Seminar Komitmen Anti Korupsi untuk Investasi yang Lebih Baik' di Hotel Pullman, Jakarta. Agus dalam kesempatan itu berpamitan sebagai pimpinan KPK yang tugasnya akan segera selesai.

Agus mengatakan sebagai dirinya bersama pimpinan KPK lain hanya tinggal beberapa hari lagi mengemban tugas di lembaga antirasuah tersebut. Diketahui, masa jabatan Agus bersama empat pimpinan KPK lain akan berakhir pada 20 Desember 2019.

"Sembilan hari lagi kita harus meninggalkan tugas kami di KPK. Oleh karena itu dalam waktu yang bersamaan saya mohon maaf sekiranya kami memimpin KPK ada hal-hal yang kurang berkenan," ujar Agus di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).


Agus mengatakan seminar komitmen antikorupsi untuk investasi yang lebih baik dirasa sangat penting untuk menemukan solusi terkait dilakukannya revisi UU KPK. Menurutnya, salah satu alasan revisi UU KPK karena KPK dianggap menghambat masuknya investasi ke dalam negeri.

"Bapak-Ibu yang hidup di Indonesia pasti mengetahui, tiba-tiba dalam waktu 13 hari kemudian UU KPK yang baru dibuat. Salah satu isu penting dalam keluarnya undang-undang itu ada isu ternyata menghambat adanya investasi, ini yang perlu kita temukan resep pertama," katanya.


Agus berharap dengan diskusi kali ini, KPK bisa mendapatkan masukan dari para ahli sebagai landasan untuk memperbaiki KPK. Selain memperbaiki secara kelembagaan, diharapkan investasi di Indonesia bisa lebih banyak lagi.

"Ini yang nanti saya harapkan saran dari pertemuan ini silakan datang dari para ahli yang datang untuk memberikan masukan yang kita gunakan sebagai landasan untuk mengindikasi reformasi apa yang harus dilakukan. Kemudian di samping itu reformasi di bidang antikorupsi untuk mengundang investor bisa masuk lebih banyak ke negeri ini. Mudah-mudahan pertemuan hari ini hasilnya bisa dirasakan oleh negeri ini dalam waktu yang tidak lama dan memperbaiki banyak hal," katanya.

Diskusi ini diikuti ASN dari Bappenas, BUMN, mahasiswa, pegawai KPK, dan undangan lainnya. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Pengamat Ekonomi Faisal Basri, dan Wakil Presiden Komisi Anti Korupsi Nasional Saudi Bandar Ahmad Abaalkhail. Hadir pula Direktur Pelaksana Kamar Dagang AS-Indonesia (AmCham Indonesia), Lin Neumann.

Dijadwalkan akan hadir pula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo.



Tonton juga video Jokowi Bahas Strategi Pemberantasan Korupsi:

[Gambas:Video 20detik]



selanjutnya
Halaman

(fas/jbr)