KPK Panggil Pejabat Pertamina Terkait Kasus Suap Bowo Sidik

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 10:28 WIB
Gedung Baru KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Gedung Baru KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK memanggil Vice Presiden Shipping Operation PT Pertamina (Persero) Joko Eko Purwanto terkait kasus dugaan suap mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Joko dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka TAG (Taufik Agustono)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).
Kasus ini berawal dari OTT KPK pada Kamis (27/3). Saat OTT itu, KPK menjerat Bowo Sidik, Marketing Manager PT HTK Asty Winasti, dan asisten Bowo Sidik, Indung, terkait kasus dugaan suap distribusi pupuk menggunakan kapal.

KPK kemudian melakukan pengembangan dan menjerat Taufik selaku Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Taufik diduga melakukan pertemuan dengan Asty Winasty dan Bowo Sidik untuk membahas agar kapal milik PT HTK dapat digunakan untuk mengangkut lagi distribusi pupuk oleh PT Pupuk Indonesia. Saat itu Bowo diduga meminta sejumlah fee yang kemudian disanggupi oleh Taufik setelah membahasnya dengan internal manajemen PT HTK.

Kemudian terjadilah penandatanganan MoU antara PT HTK dan PT Pupuk Indonesia Logistik untuk penggunaan kapal PT HTK. Untuk merealisasi fee kepada Bowo, dibuatlah satu perjanjian antara PT HTK dan PT Inersia Ampak Engineers untuk memenuhi kelengkapan administrasi pengeluaran PT HTK.

"BSP meminta kepada PT HTK untuk membayar uang muka Rp 1 miliar atas telah ditandatanganinya MoU antara PT HTK dan PT Pilog," ucap Wakil Ketua Alexander Marwata di gedung KPK, Jaksel, Rabu (16/10).
Selanjutnya
Halaman
1 2