Tayangan VCD Teroris & Travel Warning, Kapolri Angkat Tangan
Sabtu, 19 Nov 2005 15:58 WIB
Jakarta - Penayangan VCD teroris kerap ditayangkan televisi. Lalu muncul juga situs militan Anshar.Net. Akhirnya terbitlah travel warning. Kapolri Jenderal Pol Sutanto pun angkat tangan.Dia menyesalkan sejumlah media massa yang menyebarkan secara mentah-mentah tayangan VCD pengakuan pelaku bom Bali II.Penyesalan ini disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Irjen Pol Aryanto Boedihardjo usai acara diskusi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (19/11/2005).Menurut Aryanto, Kapolri semula bermaksud agar Wapres Jusuf Kalla dapat lebih mudah mengarahkan tokoh agama, tokoh masyarakat melalui penayangan isi VCD tersebut. Dengan demikian, tokoh agama dapat memberitahukan informasi ini kepada masyarakat."Itu karenanya Kapolri memberikan kepada Wapres, nantinya tokoh agama menyampaikan ke masyarakat. Tetapi sayangnya, media menyebarkan secara mentah VCD itu ke masyarakat. Jadi Kapolri sebenarnya tidak bertanggung jawab akan hal ini, terlebih adanya travel warning itu," kata Aryanto.Seperti diberitakan, AS, Inggris, dan Australia mengeluarkan travel warning ke Indonesia. Travel warning ini dikeluarkan menyusul beredarnya situs militan Anshar.Net yang menggambarkan lokasi dan bagaimana cara membunuh warga asing di Jakarta.Untuk itu, Kedubes AS mengimbau warganya untuk membatalkan rencana perjalanan ke Indonesia jika tidak terlalu penting. Hal serupa disampaikan oleh Kedubes Inggris. Sedangkan Kedubes Australia mengingatkan warganya dan memperkirakan serangan teroris terjadi sebelum akhir tahun 2005.Lebih lanjut, Aryanto menambahkan, Kapolri juga telah bertemu gubernur se-Indonesia mengenai penyebaran VCD melalui tokoh masyarakat. "Ini agar diberikan pengarahan supaya masyarakat mendapat pencerahan mengenai ajaran agama yang sebenarnya," ujar Aryanto.
(aan/)











































