Basuki Nilai Rest Area Diisi Pikap Jika Tanpa KFC, Muhammadiyah: Apa Benar?

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 08:40 WIB
Foto: Anwar Abbas. (Rahel-detikcom)
Foto: Anwar Abbas. (Rahel-detikcom)
Jakarta - Muhammadiyah tersentak mendengar penyataan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono yang mengatakan rest area tanpa KFC dan Starbuck hanya dipenuhi oleh mobil pikap. Hal ini seharusnya menjadi perhatian karena bisa memengaruhi kondisi UMKM di Indonesia.

"Terima kasih (Presiden) Jokowi. Perhatianmu terhadap usaha dalam negeri dan UMKM serta koperasi benar-benar tampak ketika engkau dalam rapat terbatas beberapa hari yang lalu mengungkapkan rasa kecewanya melihat keberadaan tenant asing seperti KFC dan Starbucks di rest area tol atau kawasan infrastruktur baru di Indonesia. Memang demikianlah keadaannya dan kita mengharapkan fenomena ini ke depan hendaknya bisa berubah," kata Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).



Anwar tersentak saat Basuki mengatakan keberadaan kios asing harus tetap ada di rest area Solo-Surabaya. Dia berharap ada kajian soal letak permasalahan terkait umkm.

"Kita juga sangat tersentak dengan komentar menteri PUPR yang mengatakan 'kehadiran kios asing tersebut tetap harus ada, karena tanpa itu seperti yang kita lihat di rest area Solo-Surabaya katanya, isinya pick up semua'. Untuk itu muhammadiyah mengimbau para pihak terutama pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi untuk secara bersama-sama mengkaji di mana letak masalah dan kesalahannya," ucap Anwar.

"Apakah benar kalau tidak ada restoran-restoran asing tersebut maka masyarakat yang melintas di jalan tol tersebut tidak akan mampir sehingga yang akan kita lihat hanya pikap semua," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2