Kemenhub Bicara Pentingnya Transportasi Ramah Lingkungan di Hungaria

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 22:14 WIB
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Kementerian Perhubungan hadir mewakili Indonesia dalam The Fifth Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM 5) yang diselenggarakan di Budapest, Hungaria. Menteri Perhubungan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi sebagai ketua delegasi, menyampaikan bahwa sesuai tema 'Digitalisasi, Dekarbonisasi, dan Transportasi Berkelanjutan' organisasi regional (di Eropa dan Asia) telah berusaha untuk bekerja mewujudkan konektivitas yang ada di kedua wilayah.

"Sekretariat ASEAN juga mendukung kerja sama tentang konektivitas di negara-negara anggota ASEAN melalui penerapan Kuala Lumpur Transport Strategic Plan dan Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 mengenai konektivitas ASEAN 2025 yang berfokus pada lima bidang strategis yaitu Infrastruktur Berkelanjutan, Inovasi Digital, Kelancaran Logistik, Keunggulan Regulasi, dan Mobilitas Manusia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/12/2019).


"Di sisi lain, Uni Eropa juga telah menetapkan strategi yang akan memandu keterlibatan dengan para mitra Asia di jalur peningkatan konektivitas bilateral dan regional termasuk Regulasi Konektivitas, Menciptakan Jejaring, Kemitraan, serta Kemitraan yang Komprehensif," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Budi, perkembangan infrastruktur transportasi yang mendukung konektivitas, tentunya tidak lepas dari peran perkembangan teknologi dan inovasi serta invasi di bidang digitalisasi, seperti sistem transportasi cerdas, layanan transportasi terintegrasi, kendaraan otomatis dan terhubung, serta e-navigasi.

Sebagai informasi, Indonesia selaku Tuan Rumah Pertemuan the 4th ASEM Transport Ministers' Meeting (TMM 4) juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan antara lain mengenai capaian proyek-proyek infrastruktur Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) dan undangan kepada investor Asia dan Eropa untuk turut serta melakukan investasi pada proyek KPBU.

"Indonesia pada saat ini tengah mengembangkan penerapan digitalisasi di beberapa sistem moda transportasi. Digitalisasi ini tidak hanya diterapkan pada infrastruktur, namun juga pada sistem transportasi, termasuk manajemen dan operasionalnya harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi terkini," jelasnya.


"Penting juga mengingat kembali komitmen dunia untuk mengimplementasikan climate action dengan cara mengurangi gas buang dan menciptakan inovasi di sektor transportasi untuk mengurangi dampak buruknya terhadap iklim. Untuk itu, transportasi ramah lingkungan perlu dipromosikan untuk mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan teknologi inovatif," tambahnya

Selain itu, Budi berharap bahwa Indonesia dapat mencermati hal-hal yang ditetapkan dalam Deklarasi Budapest untuk mengimplementasikannya dalam kerja sama transportasi dengan negara-negara anggota ASEM terkait dengan isu digitalisasi, dekarbonisasi, dan transportasi berkelanjutan.

Pada pertemuan ini diharapkan seluruh Mitra ASEM dapat memanfaatkan keuntungan penuh dari fenomena baru di masa depan dengan fokus prioritas pada interoperabilitas global dan netralitas teknologi. (prf/ega)