Saut Titip Sepeda ke Firli cs untuk Siapa Pun yang Ungkap Kasus Novel

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 19:43 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Ari Saputra/detikcom)
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyumbangkan satu unit sepeda kesayangannya sebagai untuk hadiah bagi siapa yang bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sepeda itu hingga kini belum ada yang mendapatkannya.

"Sepeda terbaik yang pernah aku punya aku serahkan untuk mengungkap kejujuran, kebenaran, dan keadilan," kata Saut, Senin, 3 Juni 2019.

Enam bulan berlalu, sepeda itu belum juga ada yang mendapatkan seiring kasus Novel tak kunjung terungkap. Menjelang masa jabatannya di KPK berakhir, Saut tetap berharap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel bisa ditangkap.

"Ya ketemu orangnya dong. Kan kemarin agak aneh ya waktu kita bilang bahwa motifnya ketemu, tapi orangnya belum ditemu. Kan motifnya dibilang itu ada kaitan dengan yang ditangani oleh Novel kan gitu, kan waktu itu kan," kata Saut di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Tak lupa Saut menitipkan sepeda yang pernah disumbangkannya itu ke pimpinan KPK baru, yaitu Firli Bahuri, Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, Alexander Marwata, dan Nawawi Pomolango. Saut percaya Polri bisa mengungkap kasus itu.

"Ya saya titip sepeda saya saja yang di depan. Itu kan sepedanya mau dikasih sama yang temukan," ucapnya.


Saut juga menyambut baik penyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada temuan baru dalam pengungkapan kasus Novel tersebut. Saut menilai apa pun hasilnya seharusnya disampaikan ke publik secara periodik.

"Ya memang harus dilaporkan ke publik. Ya apa pun hasilnya. Ada nggak ada kemajuan itu harus lakukan di publik secara periodik," ujarnya.

Sebab, Saut mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini sudah menjadi perhatian dunia. Ia menilai berhasil atau tidaknya pengungkapan kasus akan menentukan tingkat kepercayaan Indonesia dalam penanganan kasus korupsi di mata dunia.

"Karena kasus itu sangat eye catching di dunia Internasional dan lebih terhadap jaminan keamanan terhadap pelaksana atau tugas-tugas yang bergerak di bidang antikorupsi. Nah, itu kan akan meyakinkan. Jadi itu juga akan meningkatkan tingkat kepercayaan kepada Indonesia. Pasti ada kaitannya dengan indeks persepsi korupsi juga kalau nilainya 38," ucap Saut.




Pemerintah Bantah Ulur-ulur Waktu Kasus Novel:

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/dhn)