Di Hungaria, Kemenhub Bahas Digitalisasi Transportasi Berkelanjutan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 19:38 WIB
Foto: Dok. Kemenhub
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Kementerian Perhubungan mengirimkan delegasi untuk menghadiri pertemuan The Fifth Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM5) yang diselenggarakan di Budapest. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, selaku HoD Indonesia, mengungkapkan, pertemuan ASEM TMM 5 ini sebelumnya didahului oleh Transport Senior Officials Meeting (TSOM). Pertemuan TSOM ini membahas tentang Budapest Declaration yang mengangkat tema 'Digitalisasi, Dekarbonisasi, dan Transportasi Berkelanjutan'.

"Budapest Declaration ini dibahas dan disetujui oleh menteri-menteri dari negara-negara Asia Eropa pada pertemuan ASEM TMM 5," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/12/2019).

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha. Ia mengatakan deklarasi Budapest merupakan deklarasi komitmen yang dibuat oleh para Menteri yang bertanggung jawab di bidang transportasi pada negara-negara anggota ASEM, Komisi Uni Eropa (UE), dan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) tentang pentingnya digitalisasi dan dekarbonisasi dalam sistem transportasi, serta keberlanjutan jaringan transportasi di negara-negara Eropa dan Asia.

"Melalui deklarasi ini, negara-negara anggota ASEM, UE, dan ASEAN menegaskan komitmennya dalam mewujudkan orientasi strategis yang telah ditetapkan pada KTT ASEM ke-12 di Brussels, yakni melaksanakan pembangunan berkelanjutan dan mengatasi perubahan iklim," jelas Arif.


Melalui deklarasi ini, juga ditekankan, bahwa peningkatan konektivitas transportasi di Asia dan Eropa harus didukung oleh kolaborasi lintas sektoral dan multi-pemangku kepentingan di bidang sistem transportasi intermodal dan multimodal terpadu, yaitu penerbangan, maritim, kereta api, dan transportasi jalan, dalam rangka membangun dan memperkuat kerja sama tanpa batas di antara kedua benua.

Selain itu, perkembangan infrastruktur transportasi yang mendukung konektivitas, tentunya tidak lepas dari peran perkembangan teknologi dan inovasi di bidang digitalisasi, seperti sistem transportasi cerdas, layanan transportasi terintegrasi, kendaraan otomatis atau otonom dan terhubung, serta e-navigasi.

Untuk itu, lanjut Arif, diharapkan seluruh Mitra ASEM dapat memanfaatkan keuntungan penuh dari fenomena baru di masa depan dengan fokus prioritas pada interoperabilitas global dan netralitas teknologi.

"Negara kita sendiri sekarang tengah mengembangkan penerapan digitalisasi di beberapa sistem moda transportasi. Digitalisasi ini tidak hanya diterapkan pada infrastruktur, namun juga pada sistem transportasi, termasuk manajemen dan operasionalnya harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi terkini," ujar Arif.

Lebih lanjut, menurut Arif, deklarasi tersebut juga menekankan mengenai pentingnya mencapai sistem transportasi berkelanjutan melalui pengembangan konektivitas transportasi yang selamat, aman, efisien, dapat diandalkan, terjangkau serta berwawasan lingkungan.


Penting juga untuk mengingat kembali komitmen dunia untuk mengimplementasikan climate action dengan cara mengurangi gas buang dan menciptakan inovasi-inovasi di sektor transportasi untuk mengurangi dampak gas buang tersebut terhadap iklim.

"Untuk itu, transportasi ramah lingkungan perlu dipromosikan guna mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan teknologi inovatif," tukas Arif.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara anggota ASEM yang telah memberikan dukungannya kepada Indonesia pada pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota Dewan IMO pada Sidang Majelis IMO ke-31 di London Inggris pada November kemarin.

"Tidak lupa, kami sampaikan pula apresiasi dan terima kasih Indonesia kepada seluruh ASEM Member States yang telah mendukung Indonesia sehingga berhasil terpilih kembali menjadi anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2020-2021," tandasnya. (prf/ega)