Gugatan Praperadilan Ditolak, Pengacara Pengibar Bintang Kejora: Hakim Bias!

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 19:21 WIB
Sidang Praperadilan kasus pengibaran bendera bintang kejora di PN Jaksel. (Zunita/detikcom)
Sidang Praperadilan kasus pengibaran bendera bintang kejora di PN Jaksel. (Zunita/detikcom)
Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak gugatan praperadilan yang diajukan tersangka pengibar bintang kejora. Pengacara enam tersangka menilai putusan hakim itu bias dan tidak sesuai dengan fakta hukum.

"Kami tidak melihat bahwa hakim praperadilan ini melihat fakta-fakta hukum yang dihadirkan ke persidangan. Kita semua tidak dipertimbangkan oleh majelis," kata tim pengacara enam tersangka, M Fuad, di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Selasa (10/12/2019).

Okky Wiratama, yang juga tim pengacara enam tersangka, menyebut hakim tunggal Agus Widodo seakan-akan mencari kesalahan di persidangan ini. Dia juga mengaku kecewa terhadap putusan hakim.


"Jadi ini kesalahan yang dicari-cari oleh hakim. Dan jika kita lihat proses persidangan, saya harus terus terang, teman-teman juga bisa lihat, apakah di sini hakim tunggal memeriksa secara aktif? Dalam persidangan ini, jawabannya tidak, karena di dalam praperadilan itu harus tunduk dalam KUHAP, dan hakim harus bersikap aktif, bukan pasif," kata Okky.

"Faktanya ketika persidangan, pernah nggak hakim tanya ke saksi yang kami ajukan? Tidak. Tidak pernah. Aktif nggak hakimnya? Tidak. Dari situ sudah mulai kami lihat bahwa hakim bias dalam menangani perkara ini. Hakim sudah mulai tidak berimbang," imbuhnya.


Simak juga video saat Sidang Praperadilan Pengibar Bintang Kejora Kembali Ditunda:


Selanjutnya
Halaman
1 2 3