Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Pengibar Bendera Bintang Kejora

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 18:09 WIB
Sidang Praperadilan di PN Jaksel (Zunita/detikcom)
Sidang Praperadilan di PN Jaksel (Zunita/detikcom)
Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak gugatan praperadilan yang diajukan enam tersangka pengibar bendera bintang kejora. Hakim menyebut gugatan yang diajukan mereka cacat secara formal.

"Mengadili, menyatakan permohonan pemohon praperadilan tidak dapat diterima. Dua, membebankan biaya perkara pada pihak pemohon sebesar nihil," kata hakim tunggal Agus Widodo di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Keenam orang yang mengajukan praperadilan adalah Surya Anta, Charles Kossay, Dano Tabuni, Isay Wenda, Ambrosius Mulait, dan Ariana Elopere. Mereka ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus dugaan makar.


Dalam pertimbangannya, Agus menyebutkan permohonan praperadilan Surya Anta dkk adalah cacat formal. Sebab, gugatan yang diajukan dinilai bukan termasuk objek pemeriksaan di praperadilan karena mereka mencampuradukkan gugatan penetapan tersangka dengan penyidikan hingga penggeledahan.

Atas dasar itu, hakim menilai gugatan mereka dianggap tidak jelas dan cacat secara formal.

"Dengan seluruh pertimbangan di atas, hakim pengadilan berpendapat bahwa permohonan praperadilan yang diajukan cacat secara formal, baik secara obyek permohonan praperadilan karena telah mencampuradukkan mengenai sah-tidaknya tindakan penyidik dalam melakukan penggeledahan, penyitaan, dan penetapan sebagai tersangka dengan permohonan supaya pihak termohon dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum, diskriminasi kekerasan, kepada pemohon yang mana bukan objek pemeriksaan praperadilan," kata hakim Agus.

Selanjutnya
Halaman
1 2