Gawat Pak Jokowi! Indonesia Belum Punya Antivenom King Cobra

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 17:34 WIB
Foto ilustrasi: Ular berbisa king cobra (Dok. Facebook Made Dwi Sudarmawan)
Foto ilustrasi: Ular berbisa king cobra (Dok. Facebook Made Dwi Sudarmawan)
Jakarta - Ular-ular king cobra dilaporkan bikin resah warga Klaten. King cobra memang bukan hewan asing di masyarakat Indonesia, namun gawatnya, belum ada yang memproduksi serum antivenom king cobra di Republik berusia 74 tahun ini. Dukungan pemerintah pun dinanti.

"Kita belum ada antivenom king cobra. Nggak ada," kata pakar penanganan gigitan hewan berbisa (toksinolog) sekaligus penasihat temporer WHO untuk gigitan ular, dr Tri Maharani, kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).



Maha, sapaan Maharani, menjelaskan Indonesia punya serum Bio SAVE atau SABU (Serum Anti Bisa Ular) I produksi PT Bio Farma (Persero). Antivenom ini bisa menetralisir bisa ular tanah (Agkistrodon rhodostoma), ular welang (Bungarus fasciatus), dan ular kobra jawa (Naja sputatrix). Kobra Jawa bukanlah king cobra (Ophiophagus hannah), karena memang beda spesies. Antivenom Bio SAVE itu tak bisa digunakan untuk menangkal bisa ular king cobra.

"Saya sudah bikin riset dengan teman-teman dari Thailand, memang antivenom itu tidak bisa dipakai untuk bisa king cobra," kata Maha.



Gigitan king cobra mengandung bisa neurotoksin (racun pelumpuh saraf) yang kuat. Tak hanya itu, bisa king cobra mengandung sitotoksin (merusak sel), kardiotoksin (menyerang jantung), dan hemotoksin (melumpuhkan sirkulasi darah). Maha mengaku sudah berusaha menemui pemangku kepentingan terkait penanganan bisa ular ini, namun perhatian yang diharapkan belum didapat. Kini dia hanya punya harapan agar pucuk pemerintahan yakni Presiden Jokowi memperhatikan masalah ini.

"Saya pengin ketemu Pak Jokowi. Prioritas negara kita ini soal stunting, TBC, dan HIV, korban itu semua tidak langsung mengalami kematian. Tapi kalau digigit ular, korban hanya punya hitungan detik dan menit. Ini artinya harus menjadi prioritas negara. Ini 'life threatening' dan harus diperhatikan," ujarnya.

Gawat Pak Jokowi! Indonesia Belum Punya Antivenom King Cobra Antivenom ular berbisa yang diproduksi di Indonesia, tidak mujarab untuk bisa king cobra. (Dok Istimewa)

Simak Video "Ngeri! Evakuasi Ular King Cobra Sepanjang 2,5 Meter di Maros"


Selanjutnya
Halaman
1 2