Stafsus Jokowi Jawab Kritik PKS soal Drama Antikorupsi 3 Menteri

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 17:19 WIB
Nadiem-Wishnutama di pentas antikorupsi berseragam SMA, Erick Thohir jadi tukang bakso. (Andhika Prasetia/detikcom)
Nadiem-Wishnutama di pentas antikorupsi berseragam SMA, Erick Thohir jadi tukang bakso. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - PKS mengkritik drama antikorupsi yang turut diperankan tiga menteri Kabinet Indonesia Maju tak cukup untuk memberantas korupsi. Stafsus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono mengatakan drama itu untuk menginspirasi murid-murid di sekolah.

"Soal statement PKS, ya memang drama pastinya tidak cukup. Tapi yang jadi tujuan dari drama kemarin adalah untuk menginspirasi murid-murid agar membangun budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari," kata Dini kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).



Dia mengatakan percuma dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan pemberian hukuman kepada para koruptor jika mental warga negara tak diperbaiki. Menurutnya, penegakan hukum seperti itu merupakan jalan panjang yang tak berujung.

"Karena percuma kita melakukan OTT dan penghukuman sampai kiamat kalau sistemnya tidak diperbaiki. Mental warga negaranya tidak diperbaiki. Itu akan seperti jalan panjang yang tidak berujung. Selama-lamanya kita cuma sibuk dengan penangkapan dan penghukuman tanpa ada perbaikan karena kurangnya perbaikan sistem dan langkah-langkah preventif lainnya, termasuk menanamkan semangat antikorupsi, pengertian korupsi, kolusi, nepotisme, sedini mungkin pada generasi penerus bangsa," ucap Dini.

Stafsus Jokowi Jawab Kritik PKS Soal Drama Antikorupsi 3 MenteriStafsus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono (Yoki Alvetro/detikcom)


Dini menilai, jika budaya antikorupsi sudah mengakar dalam kehidupan warga, pekerjaan KPK bakal makin ringan. Menurutnya, KPK bisa berkonsentrasi kepada kasus-kasus korupsi besar dengan nilai signifikan.

"Kalau budaya antikorupsi sudah mengakar dalam kehidupan warga negara sehari-hari, otomatis pekerjaan KPK akan menjadi semakin ringan ke depan. KPK bisa konsentrasi kepada kasus-kasus korupsi besar dengan nilai korupsi yang signifikan," tuturnya.

Simak Video "PKS Soal Kesiapan Bobby-Gibran Maju Pilkada: Jangan Kembangkan Dinasti"


Selanjutnya
Halaman
1 2