KPK Respons Jokowi soal Temuan Baru di Kasus Novel: Semoga Bisa Diungkap

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 14:52 WIB
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK mengaku senang mendengar pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut ada temuan baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. KPK berharap pelaku penyiraman air keras itu bisa diungkap.

"Kalau bahwa sudah ada bukti baru dan akan diungkap kami sangat senang di KPK. Kami sangat senang dan mendukung. Semoga, penyerang Mas Novel itu bisa segera ditemukan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung ACLC, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).


Syarif kemudian menyinggung soal konvensi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Menurut, bila merujuk pada hasil konvensi itu, pegawai lembaga antikorupsi harus mendapat perlindungan dari tindakan kriminal.

"Dan itu juga, dalam UNCAC juga tuh, ada perlindungan terhadap pegawai lembaga antikorupsi. tidak boleh ada criminal civil proceeding. Di situ dijelaskan juga harus ada perlindungan juga," ucapnya.

Karena itu, Syarif menilai, bila negara tidak mampu memberikan perlindungan kepada para pegawai lembaga antikorupsi, hal itu bertentangan dengan UNCAC.

"Jadi kalau misalnya kita tidak mampu melindungi pegawai KPK, termasuk misalnya rumah saya dilempar bom, pelemparnya, yaitu juga salah satu. Ya agak bertentangan," sebutnya.


Jokowi telah menerima laporan dari Kapolri Jenderal Idham Azis soal perkembangan kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan pada Senin (9/12). Kepada Jokowi, Kapolri melaporkan ada temuan baru soal kasus Novel. Temuan itu sudah menuju tahap kesimpulan.

"Dijawab ada temuan yang baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Karena itu, saya nggak kasih waktu lagi. Saya bilang secepatnya diumumkan. Siapa," ujar kata Jokowi di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (10/12). (ibh/gbr)