Jokowi Minta Kasus Novel Diungkap Hitungan Hari, Polri Curhat Upaya Selama Ini

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 14:51 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, diungkap dalam waktu hitungan hari. Menanggapi permintaan Jokowi, Polri mengaku telah bekerja keras dan memaparkan upaya-upayanya selama ini.

"Tentunya prinsipnya penyidik serius, penyidik kerja keras untuk berupaya mencari siapa pelakunya. Karena ini suatu tindak pidana, tentunya sudah dilakukan beberapa kegiatan seperti ada dua metode yang dilakukan dalam penyidikan," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Argo kembali menjelaskan penyidik telah melakukan upaya deduktif, seperti menyisir lokasi penyiraman Novel, memeriksa dan mengevaluasi keterangan 73 saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Kemudian polisi juga sudah membedah CCTV di sekitar lokasi penyiraman.

"CCTV-nya sudah kita ambil. Tentunya setelah itu juga kita sudah mengirimkan CCTV ke luar negeri sebagai pembanding, di Australia dan juga beberapa sudah kita lakukan seperti sketsa wajah sudah kita buat, kita sebarkan," papar Argo.

Dia juga kembali menyampaikan penyidik Polda Metro Jaya telah membuat hotline untuk menampung informasi dari masyarakat terkait kasus ini. Argo lalu menuturkan harapan Polri agar kasus itu cepat terungkap.

"Tentunya kita sudah membuat beberapa saluran informasi yang akan kita terima dari masyarakat. Tentunya mudah-mudahan kerja keras penyidik Polda Metro Jaya dibantu Mabes Polri, mudah-mudahan tak berapa lama kita bisa sampaikan apa yang dilakukan penyidik," ungkap Argo.

"Syukur-syukur nanti sudah ada titik terang, bahwa nanti akan kita sampaikan secepatnya. Penyidik sudah koordinasi dengan KPK beberapa kali, paparan apa yang sudah kita lakukan dan juga sudah sebagai penyidik, KPK sudah kita libatkan dalam penyelidikan," sambung dia.




Argo mengaku polisi bersikap transparan terkait data-data penyelidikan yang telah didapat kepada KPK. "Kami transparan kepada KPK, tidak ada yang kita tutup-tutupi. Mudah-mudahan jadi doa kita bersama bisa mengungkap siapa pelakunya," pungkas Argo.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengaku sudah menerima laporan dari Kapolri Jenderal Idham Azis terkait kasus teror air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Dia meminta hasilnya diumumkan secepatnya.

Kepada Jokowi, Kapolri melaporkan ada temuan baru soal kasus Novel. Temuan itu sudah menuju tahap kesimpulan.

"Karena itu, saya nggak kasih waktu lagi. Saya bilang secepatnya diumumkan. Siapa," ujar Jokowi di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, hari ini.

Jokowi meminta Kapolri yang langsung mengungkapkan hasil investigasi ke publik. Dia tidak lagi memberikan tenggat ke Kapolri, melainkan meminta hasilnya disampaikan dalam beberapa hari ke depan.

"Saya tidak berbicara masalah bulan. Kalau sudah saya bilang secepatnya. Berarti dalam waktu harian," ujar dia.


Tonton juga Penjelasan Jokowi soal Nasib Kasus Novel Baswedan :

[Gambas:Video 20detik]

(aud/dhn)