Said Aqil: Kita Sudah Toleransi Agama, Toleransi Ekonomi Belum

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 14:29 WIB
Foto: Diskusi BPIP bertajuk 'Mewujudkan Negara yang Damai dan Toleran untuk Indonesia yang Lebih Maju'. (Zunita-detikcom)

Sudhamek menyebut walaupun terlihat kecil, UMKM adalah salah satu faktor yang meningkatkan pendapatan bruto Indonesia. Dia menyebut apabila UMKM diberdayakan sesuai dengan Pancasila, itu bisa menekan angka kesenjangan ekonomi di Indonesia.

"Pertama jumlah UMKM itu lebih 6 juta pelaku, kalau kita anggap UMKM rata-rata 1,5, tenaga kerja 60 dikalikan 1,5 ketemunya sampai Rp 120 juta itu nyaris sampai angka tenaga kerja kita. Lalu UMKM itu walaupun istilahnya kecil, tapi kepada pendapatan domestik bruto kita terus meningkat. Jadi kalau kita mau meningkatkan pendapatan bruto kita, maka sesungguhnya masih bisa disiasati apabila fokus ke pemberdayaan UMKM," jelas Sudhamek.


Sementara itu, Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia mengatakan sat ini tugas pemerintah adalah mengembalikan marwah pancasila. Sebab, menurutnya, banyak permasalahan di Indonesia karena masyarakat telah jauh dari nilai Pancasila.

"Jadi tugas berat kita ke depan adalah gimana menjadikan Pancasila sebagai leading ideologi bangsa dan masyarakat kita. Sehingga kita bisa tunjukkan bangsa kita punya jatidiri, karena masalah yang terjadi. Sekarang banyak pejabat korupsi, ada masalah ketidakadilan, dan terorisme, semua disebabkan karena kita sudah jauh dari nilai Pancasila itu," kata Doli.

Untuk itu, Doli menyebut akan terus mendukung penuh BPIP. Dia juga menyebut Komisi II akan menaikkan anggaran BPIP untuk mendukung program-programnya.

"Generasi milenial harus terus diberikan pendidikan Pancasila. Diskusi ini juga penting, tapi harus melibatkan anak muda. Kami juga akan supprot gimana anggaran BPIP ini harus diperbanyak, karena ini programnya jelas," tutur Doli.
Halaman

(zap/idh)