Komplotan Pemburu Juga Jual Tulang Harimau Rp 18 Juta

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 13:46 WIB
Kulit harimau yang dibunuh (Foto: DOK Gakkum LHK Wilayah Sumatera)
Kulit harimau yang dibunuh (Foto: DOK Gakkum LHK Wilayah Sumatera)
Pekanbaru - Komplotan pemburu harimau, MY, SS, dan TS, ditangkap tim gabungan Gakkum KLHK dan Polda Riau dalam kasus pembunuhan harimau liar. Para tersangka mengaku telah menjual tulang harimau seharga Rp 18 juta.

"Dalam kasus ini, kita mengamankan barang bukti berupa 4 ekor janin harimau dan satu kulit harimau dewasa. Tulang dari harimau tersebut telah mereka jual seharga Rp 18 juta," kata Kepala Seksi Wilayah II Balai Gakkum Sumatera KLHK Alfian Hardiman kepada detikcom, Selasa (10/12/2019).

Alfian menjelaskan, dalam kasus ini, peran tersangka MY adalah eksekutor yang menguliti dua ekor harimau. Harimau pertama dia kuliti pada Mei 2019 yang telah dijual kulitnya seharga Rp 25 juta. Pada Oktober 20019, harimau yang dia bunuh dengan cara memasang setrum listrik di perladangannya di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Harimau dibunuh dengan kondisi bunting dengan 4 janinnya yang telah diawetkan.



Masih menurut Alfian, setelah membunuh harimau pertama, tersangka MY kembali melakukan pembunuhan kedua di Oktober 2009. Kulit harimau belum sempat dijual yang kini disita Gakkum KLHK. Dia menguliti harimau kedua setelah terkena setrum di kebun sawitnya.

"Tetapi tulang harimau sudah dia jual melalui peran tersangka SS dan TS yang menghubungkan penampung di Sumatera Barat (Sumbar). Tulang belulang harimau mereka jual seharga Rp 18 juta," kata Alfian.


Tonton juga Petani Pagaralam Dimangsa Harimau Sumatera :


Selanjutnya
Halaman
1 2