Menag soal Khilafah: Kalau Fikih, Level Tertentu Saja yang Boleh Bahas

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 12:43 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi. (Dok Kemenag)
Menteri Agama Fachrul Razi. (Dok Kemenag)
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mencanangkan menggeser materi khilafah dan jihad di lingkup madrasah dari kajian fikih menjadi kajian sejarah. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan pembahasan khilafah dapat dilakukan secara fikih di level tertentu.

"Kalau di fikih ada nanti level tertentu aja nanti yang boleh ngebahas itu. Kalau nggak nanti rancu dia ya," kata Fachrul di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).


Fachrul tidak menjelaskan secara spesifik makna level yang dia maksud. Namun, menurutnya, materi khilafah dapat dipelajari oleh para murid dalam konteks sejarah Islam.

"Maksudnya kan masalah itu kan nggak hilang ya. Memang itu sejarahnya Islam ya yang nggak boleh dihilangkan. Kita pindahkan ke sejarah Islam," ucapnya.

Fachrul mengatakan pergeseran materi khilafah ini bukan untuk meminimalkan penyebaran radikalisme. Melainkan agar para murid tidak salah paham dalam memaknai khilafah.

"Ndak. Takutnya nanti anak-anak jadi rancu pemikirannya. Jadi seolah-olah kita mengangkat itu dari aspek fikih. Padahal kita mengangkatnya dari level bawah, ya, dari sejarah Islam saja," tutur Fachrul.
Selanjutnya
Halaman
1 2