Bahas Ranperda, Pemprov Sulsel Usul Aksara Lontara Diajar di Sekolah

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 11:22 WIB
Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom/DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pembahasan terkait penyusunan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pelestarian warisan budaya tak benda.
Makassar - DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pembahasan terkait penyusunan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pelestarian warisan budaya tak benda.

Pemprov Sulsel mengusulkan agar aksara lontara dan bahasa lokal kembali digalakkan menjadi muatan lokal di sekolah. Selain itu, karya arsitektur rumah tradisional di Sulsel dan ilmu terkait pembuatan kapal phinisi dibuatkan sekolah khusus agar keberlangsungannya tetap terjaga.

"Pengajaran dan pemakaian bahasa daerah, dan aksara lontara perlu digalakkan kembali sebagai bagian muatan lokal sekolah-sekolah maupun masyarakat pendukungnya," ujar Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, Selasa (10/12/2019). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah.

"Yang kedua, pengetahuan kerajian arsitektur tradisional seperti pembuatan phinisi dan rumah tradisional dibuatkan sekolah khusus demi keberlanjutannya," lanjut Andi Sudirman.





Ranperda tentang warisan budaya tak benda merupakan usul inisiatif yang dilakukan DPRD Sulsel. Andi meminta agar pengetahuan terkait akasara lontara, bahasa lokal, arsitektur rumah tradisional, hingga pembuatan kapal phinisi dimasukkan dalam ranperda tersebut.

"Bahasa daerah dan aksara lontara serta pengetahuan kerajinan arsitektur tradisional merupakan perlambang identitas daerah," tuturnya.

Pemprov juga mengusulkan agar permainan tradisional masyarakat Sulsel dimasukkan dalam ranperda warisan budaya tak benda tersebut. Hal ini karena permaianan tradisional di Sulsel memiliki filosofi yang baik bagi anak-anak.

"Baik bagi perkembangan anak, baik secara fisik maupun mental, dan memberi ruang untuk memupuk perilaku sportifitas, kerjasama, dan kreatifitas. Dalam arti sebagai wadah memunculkan kecerdasan intelektual, dan spiritual di kalangan generasi muda," imbuhnya.


Tonton juga Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Siagakan 457 Pompa Air :

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/fdn)