Airmata Luputkan Petani dari Kremasi Hidup-hidup
Sabtu, 19 Nov 2005 13:40 WIB
Jakarta -
Api pembakaran jasad seorang petani perempuan sudah membara. Panasnya pun menyengat. Tiba-tiba tetesan airmata bergulir dari matanya. Ternyata dia masih hidup!Entah apa jadinya kalau saja pengurus pemakaman tidak melihat airmata You Guoying (47). Perempuan penderita kelumpuhan otak ini pasti sudah terbakar hidup-hidup di krematorium.You hanyalah petani miskin di Taizhou, sebelah timur Provinsi Zhejiang, Cina. Keluarganya tak sanggup lagi membiayai perawatan di rumah sakit. Demikian dilaporkan Reuters seperti dilansir dari China Youth Daily, Sabtu (19/11/2005).Lumpuh otak yang dideritanya membuat You tidak bisa bergerak, berbicara, bahkan membuka kelopak matanya. You bak orang yang sudah tak bernyawa tanpa bantuan peralatan medis.Itu sebabnya suami dan anak-anak You membawanya ke tempat kremasi karena menganggapnya sudah meninggal dunia.Beruntung bagi You, petugas pemakaman menyadari You masih hidup ketika melihat tetesan airmata mengalir dari kelopak mata dan membasahi pipinya. You juga tampak berupaya keras menggerakkan tubuhnya.You akhirnya dilarikan lagi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kisah memilukan ini akhirnya mengundang simpati banyak warga Zhejiang. Mereka mengumpulkan dana untuk biaya peralatan penunjang hidup You."Tiga hari perawatan membutuhkan biaya lebih dari 10 ribu yuan. Hanya itu jumlah tabungan kami dan sudah habis. Kalau sejak awal ada opsi lain, tak mungkin kami tega mengkremasi keluarga kami sendiri sementara masih ada harapan untuk hidup," ujar putri You.Kasus You kemudian menjadi perhatian pejabat setempat. Ini merupakan serial kesekian kisah pilu yang menggambarkan tragisnya sistem penanganan kesehatan di Cina yang tidak memperhatikan warga pedusunan."Ini bukan hanya tragedi bagi keluarga You, tapi juga keseluruhan masyarakat. Alasan fundamentalnya adalah tidak adanya sistem kesejahteraan sosial," kata Xu Yinghe, pejabat Taizhou.Wakil Menteri Kesehatan Cina Zhu Qingsheng menuturkan, tercatat sekitar setengah komunitas petani tidak sanggup membiayai perawatan medis ketika jatuh sakit.Saking stresnya, seorang petani yang sangat miskin sampai bunuh diri karena tak mampu membiayai perawatan kanker paru-paru yang dideritanya.Petani berusia 42 tahun itu membuat bom rakitan dan membawanya ke sebuah bus di Fuzhou, ibukota Provinsi Fujian, pada Agustus lalu. Dia kemudian meledakkan dirinya sendiri dan menewaskan penumpang bus, serta melukai 30 orang.Lalu ada kisah seorang petugas keamanan yang sempat dijuluki pahlawan karena pernah bergelut dengan seorang penjambret dompet. Sang pahlawan ini mengakhiri hidupnya dengan terjun bebas dari jendela rumah sakit di Provinsi Guangxi lantaran tidak sanggup membayar tagihan rumah sakit. Sungguh memilukan.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































