Bermula dari peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) pada 9 Desember ini ketika Pimpinan KPK berharap Jokowi hadir tetapi diwakilkan oleh Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden. Sementara itu, Jokowi mengikuti kegiatan antikorupsi lain di SMKN 57 Jakarta.
Lantas Jokowi sempat menyoroti kinerja KPK selama ini. Jokowi menyebut penindakan yang selama ini dilakukan KPK kurang tepat karena dibutuhkan tindak lanjut perbaikan sistem agar korupsi tidak berulang. Jokowi mengaku ingin segera bertemu Pimpinan KPK untuk membahas evaluasi sistem secara menyeluruh.
"Yang ketiga mengenai fokus di KPK, apakah perbaikan di sisi eksekutif daerah atau sisi pemerintah pusat atau kepolisian atau kejaksaan sehingga harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis. Evaluasi sangat perlu," ujar Jokowi.
Menanggapi itu Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut program kerja yang dilakukan KPK selama ini sudah sesuai aturan. Bagi Syarif, tidak ada kinerja KPK yang sporadis.
"Saya pikir kalau program pencegahan KPK itu tidak sporadis karena pekerjaan KPK sudah ditentukan di dalam undang-undang," ucap Syarif.
Tonton juga Jokowi Bahas Strategi Pemberantasan Korupsi :
Syarif menyebut kerja KPK pada bidang penindakan, pencegahan, hingga koordinasi dan supervisi sudah dilakukan. Bahkan, KPK disebut Syarif turut terlibat dalam Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yang dicanangkan Jokowi.
"Untuk pencegahan sendiri, KPK itu melaksanakan peraturan presiden tentang pencegahan korupsi stranas korupsi, sporadisnya di mana? Itu sudah sangat terkonsep, terkoordinir. Karena itu, kami menjalankan stranas. Bahkan kami melaporkan keberlanjutan capaian dari stranas," kata Syarif.
Syarif juga terbuka bila Jokowi ingin mengevaluasi KPK. Seluruh organ di negeri ini disebut Syarif bisa dievaluasi.
"Kita silakan dievaluasi yang bisa evaluasi kementerian. Presiden sendiri bisa dievaluasi juga oleh BPK, bisa dievaluasi juga oleh DPR ya kalau emang dievaluasi. Kita sangat terbuka untuk dievaluasi setiap saat," kata Syarif.
Belakangan Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, memberikan keterangan tambahan mengenai ucapan Jokowi. Fadjroel menyebut Jokowi ingin kinerja pemberantasan korupsi sistematis.
"Intinya presiden ingin agar pemberantasan, dalam rangka hari antikorupsi ini agar semua yang terkait korupsi dimulai dari pencegahan sampai penindakan dan beliau berharap semua berjalan sistematis," kata Fadjroel.
Lantas, apakah selama ini kinerja KPK tidak sistematis?
"Presiden hanya ingin mengatakan hendaknya semua fungsi KPK berjalan sebagaimana yang dijelaskan UU," ucap Fadjroel.
Halaman 2 dari 2











































