Kapolres : Tidak Ada Penangkapan Noordin di Temanggung

Kapolres : Tidak Ada Penangkapan Noordin di Temanggung

- detikNews
Sabtu, 19 Nov 2005 09:17 WIB
Temanggung - Kapolres Temanggung, AKBP Widianto Poesoko membantah bila petugas telah melakukan penembakan dan penangkapan Noordin M Top di wilayah Temanggung. Sebelumnya, Jumat (18/11/2005) malam beredar kabar bahwa polisi terlibat baku tembak dengan Noordin M Top dan kawanannya. Polisi juga dikabarkan berhasil menangkap Noordin.Namun Widianto membenarkan bila Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah melakukan operasisweeping di kawasan lereng Gunung Sumbing."Belum ada penangkapan terhadap Noordin dan kawan-kawan di sini seperti berita yang telah beredar Jumat malam di wilayah Kauman Kota Temanggung maupun terjadi baku tembak," kata Widianto Poesoko kepada wartawan di Mapolres Temanggung, Jl Sudirman, Sabtu (19/11/2005) dinihari.Menurut Widianto, sejak hari Jumat hingga Sabtu dini hari, jajaran Polres Temanggung maupun Densus 88 Mabes Polri melakukan sweeping di beberapa wilayah di Karesidenan Kedu baik di kawasan terpencil dan perbatasan seperti di Pringsurat yang berbatasan dengan Kabupaten Semarang. Petugas memang meyakini bila Noordin dan kawan-kawan itu masih bersembunyi di sekitar Jawa Tengah. Oleh karena itu sejumlah tempat saat ini masih diwaspadai petugas sebagai tempat persinggahan ataupun persembunyian kelompok tersebut."Kawasan terpencil di Gunung Sumbing seperti di Kecamatan Bulu dan Bangsari itu potensial sebagai tempat bersembunyi. Hingga kini sebanyak 18 dusun di kawasan itu sudah disweeping petugas tetapi belum ditemukan teroris," katanya.Ia mengatakan, sejumlah tim dari Detasemen 88 anti teror memang telah berada di daerah itu untuk melakukan penyarian Noordin M. Top dan teman-teman yang diduga anggota teroris. Tetapi pencarian tersebut masih terus dilakukan. Saat sweeping di Dusun Candi petugas terlebih dahulu singgah di rumah Kades Kemloko,Winarno yang kemudian bersama seorang tokoh masyarakat Dahmin menuju ke rumah Kiai Ahmad Mubarni (50) yang sejak delapan bulan terakhir menempati rumah di Dusun Candi setelah pindah dari Kecamatan Parakan Temanggung.Di rumah itu, petugas bersama sejumlah tokoh masyarakat bertemu dengan Kiai Ahmad. Setelah ada pembicaraan dan petugas mengutarakan maksud kedatangan di tempat itu, dia mempersilakan polisi berpakaian preman selama beberapa saat memeriksa tiga kamar dan barang-barang yang ada di rumah emperan di pondok pesantren tersebut. Ketika polisi sedangmemeriksa, di rumah itu terlihat beberapa anak dan isteri Kiai Ahmad sedang tidur di dalam kamar rumah itu. "Silakan, bapak-bapak memeriksa, kami mau mendirikan pondok dan meminta doa restu agar lancar," katanya.Kades Winarno ketika itu juga berpesan kepadanya untuk melapor kepada aparat setempat jika ada tamu asing datang apalagi menginap di rumahnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Ahmad mengatakan akhir-akhir ini tidak ada tamu termasuk tamu asing yang datang ke rumah itu. Setelah melakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan orang yang dicari, petugas kemudian pamit pulang dan melakukan operasi di wilayah lain. (ddn/)


Berita Terkait