Pertemuan digelar di Istana Merdeka. Usai bertemu Jokowi, Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia Arifin Panigoro mengatakan bahwa organisasinya siap membantu pemerintah memberantas TBC.
"Yang fokus kita bicarakan tadi, selama ini kan TBC urusannya di pemerintahan, Menteri Kesehatan. Tapi dengan besarnya masalah itu, saya kira susah kalau hanya Menkes. Dan Kami ini sebagai organisasi sipil dan itu juga terjadi di seluruh dunia sungguh-sungguh mau membantu pemerintah," ujar Arifin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).
Dia menyebut saat ini Indonesia menjadi negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia. Arifin menyampaikan pandangannya untuk mengeliminasi jumlah penderita TBC pada 2030.
"Karena di dunia ini punya target, dalam waktu 2030, 10 tahun dari sekarang cita-citanya atau kita berkeinginan untuk mengeliminasi atau meng-0-kan TB," kata Arifin.
Arifin menyebut Jokowi menaruh perhatian terhadap kasus TBC.
"Tentu pak presiden sangat peduli karena jumlahnya kan gede banget. Nanti ada tulisannya di situ kan, 300 orang sehari meninggal, 100 ribu setahun orang meninggal di Indonesia. Oh besar sekali ya? Iya pak. Memang Indonesia besar, ya itu, bahwa kita harus bekerja sama," ujar Arifin. (dkp/haf)











































