PKS Kritik Drama Antikorupsi 3 Menteri Jokowi: Perppu KPK Ditunggu

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 09 Des 2019 12:47 WIB
Mardani Ali Sera (Farih/detikcom)
Jakarta - PKS menyebut drama antikorupsi yang dilakoni 3 menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hari Antikorupsi Sedunia tak cukup untuk memberantas korupsi. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai masih banyak hal yang perlu diperhatikan terkait pemberantasan korupsi.

"Bagus hadir menunjukkan dukungan pemberantasan korupsi. Tapi drama saja tidak cukup memberantas korupsi," kata Mardani kepada wartawan, Senin (9/12/2019).


Menurut Mardani, yang perlu diperhatikan dalam pemberantasan korupsi adalah kemauan dari pemerintah dalam bentuk perundang-undangan dan anggaran. Sebab, kata Mardani, KPK telah menjadi rujukan dunia internasional untuk pemberantasan korupsi.

"Perlu political will dan dukungan legislasi dan anggaran. KPK kita sudah jadi rujukan internasional," ujarnya.

Mardani pun mengatakan PKS masih menunggu langkah konkret Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu untuk penguatan KPK. Hal itu dinilai dapat menjaga dan mendukung KPK sendiri.

"Ayo kita jaga dan dukung KPK. Perppu KPK tetap ditunggu," imbuhnya.


Sebelumnya, tiga menteri Presiden Jokowi beradu peran dalam drama antikorupsi di SMKN 57 Jakarta. Mereka adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama, serta Menteri BUMN Erick Thohir.

Ketiganya punya peran masing-masing: Nadiem sebagai siswa kelas X SMA, Wishnutama sebagai siswa kelas XII SMA, dan Erick sebagai tukang bakso. Komedian Sogi Indra Dhuaja dan Bedu juga mengisi pentas dengan tema #PrestasiTanpaKorupsi. Acara ini digelar di SMKN 57, Jakarta Selatan, Senin (9/12).


Simak Video "Pameran Foto KPK di Peringatan Hari Antikorupsi"

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/gbr)