Rawan Pangan dan Gizi Buruk, Deptan Bantu NTT Rp 34 M

Rawan Pangan dan Gizi Buruk, Deptan Bantu NTT Rp 34 M

- detikNews
Sabtu, 19 Nov 2005 08:30 WIB
Jakarta - Kasus gizi buruk yang melanda Nusa Tenggara Timur memang sudah sangat mengkhawatirkan. Dalam rangka membantu penanganan rawan pangan dan gizi buruk di NTT, Departemen Pertanian (Deptan) menyalurkan bantuan senilai Rp 34 miliar.Bantuan yang diberikan kepada wakil masyarakat bersama-sama dengan departemen lainnya tersebut secara simbolis diserahkan Wapres Jusuf Kalla didampingi Mentan Anton Apriantono, Jumat (18/11/2005) di Desa Tesabela, Kabupaten Kupang, NTT. Selain Mentan, ikut hadir dalam acara Pencanangan Penanganan Rawan Pangan dan Gizi Buruk adalah Mendagri M Ma'ruf, Menkeu Jusuf Anwar, Menhut MS Kaban, Menneg UKM dan Koperasi Suryadarma Ali, Menneg Percepatan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, Gubernur NTT Piet Talo, serta sejumlah Bupati, muspida, dan tokoh masyarakat setempat.Ketua Badan Ketahanan Pangan (BKP) Anton menjelaskan Deptan sengaja memberi bantuan dalam bentuk benih dan pupuk dengan harapan bisa menjadi trigger (pemicu) bagi petani untuk lebih giat dan bergairah mengolah lahan lahan pertanian dan berupaya meningkatkan produktivitas pertanian sesuai peran dan fungsinya. "Bantuan ini sebagai fasilitator dan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan pangan dan gizi buruk," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (19/11/2005).Bantuan Deptan tersebut meliputi benih padi sebanyak 421 ton, jagung komposit 1.467 ton, kacang tanah 106 ton, kacang hijau 32 ton, pupuk area 1.783 ton, dan pupuk SP-36 sebanyak 36.903 ton. Bantuan lain berupa pompa dua inci 42 unit, pompa empat inci 140 unit dan pompa enam inci 56 unit akan diberikan pada tahap berikutnya. Mentan juga akan memberi bantuan beras sebanyak 10 ribu ton guna dan 600 ekor sapi untuk mengatasi dampak rawan pangan di NTT, namun penyalurannya secara bertahap. Seperti diketahui, sejumlah kabupaten NTT termasuk wilayah rawan pangan. Dari 265 kabupaten yang dipetakan di seluruh Indonesia, Kupang menempati peringkat ke-243 dalam aspek ketersediaan pangan.Selain bantuan dari Deptan, Departemen Kehutanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kesehatan, Departemen Pekerjaan Umum, Menneg UKM dan Koperasi juga ikut membantu.Bantuan senilai total Rp 365,048 miliar untuk penanggulangan rawan pangan dan gizi buruk di NTT tersebut diserahkan secara simbolik oleh Wapres Jusuf Kalla disaksikan para menteri yang hadir.Wapres didampingi para menteri juga ikut menanam jambu mete dan sukun di Desa Tesabela. Dephut dalam hal ini menyerahkan bantuan senilai Rp 9,348 miliar dalam bentuk bibit jambu mete dan sukun. DKP menyerahkan 45 unit ourse seine (penangkap ikan) dan bibit rumput laut senilai Rp 5 miliar.Departemen PU akan memberikan bantuan pengembangan irigasi, pengembangan sumur bor dan sumur pompa dalam dua tahun anggaran dengan total anggaran Rp 312,3 miliar.Tahun anggaran 2005 dialokasikan dana sebesar Rp 145,9 miliar yang terdiri dari Rp 95,2 miliar APBN murni dan Rp 50,7 miliar bantuan luar negeri dan tahun 2006 sebesar Rp 166,4 miliar. Departemen Kesehatan mengalokasikan dana tinjauan lapangan posyandu dan pengadaan kartu menuju sehat (KMS) sebesar Rp 3,3 miliar. Kementerian Negara Koperasi dan UKM membantu bibit sukun sebanyak 500 ribu batang, dua juta batang bibit jambu mente, 500 ekor sapi dan lima unit kapal untuk nelayan yang total bantuan mencapai Rp 9,5 miliar. (ddn/)


Berita Terkait