Buru Noordin, Polisi Obok-obok Wilayah Kedu
Sabtu, 19 Nov 2005 08:14 WIB
Magelang -
Noordin M Top dikabarkan masih berada di Jawa Tengah, polisi pun terus mencari jejak buronan nomor satu di Indonesia itu beserta anak buahnya. Setelah gagal ditangkap di wilayah Semarang, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri selama dua hari menguber Noordin M Top sampai wilayah Keresidenan Kedu terutama di Kabupaten Magelang, Temanggung dan Purworejo atau di kawasan sekitar Menoreh, Gunung Sumbing dan Sindoro.Namun hingga kini jejak-jejak, Noordin dan kawan-kawannya itu belum berhasil diendus petugas di wilayah itu. Beberapa rumah tempat tinggal yang diduga pernah menjadi tempat tinggal atau persinggahan selama pelarian didatangi dan diperiksa petugas. Bahkan ada satu rumah yang diintai selama beberapa hari, tetapi hasilnya nihil.Berdasarkan pantauan detikcom hingga hari Sabtu (19/11/2005) dinihari, sedikitnya ada tiga tempat di wilayah Kabupaten Magelang yang didatangi petugas berpakaian preman. Tempat-tempat tersebut diantaranya di Kecamatan Muntilan, kawasan perbukitan Menoreh Kecamatan Salaman dan Kali Angkrik Magelang.Perburuan di wilayah Temanggung, petugas sempat melakukan operasi penyisiran di wilayah Kecamatan Candiroto dan beberapa kecamatan lain yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal dan Semarang. Sebab tempat-tempat itu merupakan jalur alternatif untuk masuk ke Temanggung dari Kendal dan Semarang.Di Kecamatan Muntilan, petugas mengintai sebuah rumah di kompleks Perumahan di kawasan Gunungpring. Rumah tersebut diduga pernah didiami oleh seorang anggota jaringan Noordin yang pernah ikut berperang di Afganistan. Namun setelah diintai selama sehari semalam tidak satupun ditemukan orang yang dicurigai tersebut. Rumah tersebut dalam keadaan kosong serta terkunci dan sudah ditinggalkan beberapa lama.Petugas juga sempat mendatangi sebuah rumah di daerah Salaman dan Kali Angkrik Magelang,sekitar 10 - 15 kilometer arah barat kawasan Candi Borobudur. Lagi-lagi di perbatasan antara Kabupaten Magelang dan Borobudur itu orang yang dicari sudah tidak diketemukan. Demikian pula di wilayah Kecamatan Tembarak dan Bulu Kabupaten Temanggung polisi juga menggerebek sebuah rumah, namun gagal menemukan buronan nomor satu kepolisian Indonesia itu.Kapolres Temanggung, AKBP Widianto Poesoko kepada wartawan disela-sela kegiatan operasi,Sabtu (19/11/2005) mengatakan operasi penyisiran sudah dilakukan sejak hari Jumat (18/11/2005)pukul 06.00 WIB hingga Sabtu (19/11/2005) dinihari pukul 03.00 WIB di beberapa tempat.Operasi itu diantaranya dilakukan yakni Dusun Candi Desa Kemloko Kecamatan Candiroto, Perumahan Argo Dewi Desa Mungseng Kecamatan Temanggung Kota dan Dusun Karang Anom Desa Tanjung Sari Kecamatan Tlogomulyo."Kawasan sekitar lereng Gunung Sumbing sudah kita geledah. Hasilnya kosong, itu berarti kemungkinan terjadi pergeseran tempat mereka bersembunyi. Kita akan terus terus melakukan operasi ke tempat lain," kata Widianto.Widianto mengatakan sejumlah tempat saat ini diwaspadai petugas sebagai tempat persinggahan ataupun persembunyian kelompok teroris diantaranya kawasan terpencil di Gunung Sumbing seperti di Kecamatan Bulu dan Bangsari. Hingga kini sebanyak 18 dusun di kawasan itu sudah disisir petugas tetapi belum ditemukan teroris."Kami melalui aparat pemerintah desa dan muspika meminta masyarakat waspada bila ada orang asing tidak dikenal ditempat itu. Sebab wilayah Sumbing potensial untuk tempat bersembunyi," katanya.
(ddn/)










































