Sehari, 3 Orang Terkait Terorisme di Semarang Ditangkap

Sehari, 3 Orang Terkait Terorisme di Semarang Ditangkap

- detikNews
Sabtu, 19 Nov 2005 02:17 WIB
Semarang - Meski belum jelas betul kaitannya dengan terorisme, polisi terus bergerak. Dalam sehari, Jumat (18/11/2005), tiga orang di Semarang yang diduga terkait jaringan teroris ditangkap untuk diperiksa.Operasi penggeledahan dan penangkapan tiga orang tersebut dilakukan oleh aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Jateng dan Polwiltabes Semarang. Rumah pertama yang didatangi bertempat di Genuk Karanglo Semarang. Polisi mengintai rumah tersebut sejak Kamis malam. Di rumah tersebut, polisi mencari sesorang yang bernama Edi Pambudi. Namun polisi hanya menemukan adik ipar Edi, Fahrudin (35). Fahrudin pun dikeler dua mobil Nissan Terrano untuk menunjukkan keberadaan Edi. Polisi mengamankan barang bukti yang dibawa dalam tas hitam. Fahrudin mengantar polisi ke kontrakan Edi di Jl Bukit Mawar II/148, Perumahan Sendang Mulyo Semarang. Edi akhirnya ikut dibawa ke Mapolwiltabes Semarang. Dua jam berikutnya, polisi kembali mendatangi rumah Edi dan mendapatkan beberapa keping VCD dan majalah Islam. Pada saat yang hampir bersamaaan, polisi juga menahan Adi Purnomo (teman Edi) di Gang Teratai IX/338 Perumahan Sendang Mulyo. Status ketiga orang itu hingga kini belum jelas. Polisi sama sekali tidak memberikan penjelasan soal keterkaitan mereka dengan jaringan teroris. Edi mengontrak rumah tersebut sejak empat tahun lalu. Warga mengenal Edi sebagai pedagang komputer dan aktif di pengajian yang pesertanya adalah orang berjenggot dan wanita bercadar. Istri Edi, Rita, yang juga bercadar diketahui jarang bergaul dengan warga. "Surat penahanan ada, tapi yang tahu suami saya. Paling-paling juga dikaitkan dengan Menjangan (pencarian Dwi Widiyarto yang tinggal di Jalan Menjangan Dalam III/3 Semarang)," ujar Rita dengan nada khawatir.Rita menjelaskan, polisi memintanya menunjukkan rumah di Bukit Flamboyan IF/36 A yang tak jauh dari rumahnya. Rumah itu adalah milik Tedi. Tapi di lingkungan sekitar, ia dikenal sebagai Abdul Rozak. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah Tedi yang dimaksud sama dengan nama Tedi yang belakangan sering disebut-sebut polisi pasca tertembaknya Azahari di Batu, Malang beberapa waktu lalu. Di rumah tersebut Tedi yang mengaku berasal dari ia mengaku berasal dari Karang Jati, Kabupaten Semarang, tinggal bersama istrinya, Husna asal Bandung."Dia (Tedi) adalah teman pengajian suami saya dan tinggal di rumah itu kurang dari satu tahun," kata Rita. Kemungkinan besar, untuk memastikan identitas Tedi dikenal, polisi memeriksa Edi, Adi, dan Fahrudin. Tedi dikenal jarang bergaul dengan warga setempat. Dia terakhir terlihat pada Kamis (16/11) di rumahnya, setelah itu dia sudah tak terlihat lagi. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads