Keluarga Dewi Sesalkan Lambatnya Penanganan RS
Sabtu, 19 Nov 2005 01:07 WIB
Makassar -
Kematian Dewi Sartika Indriani, yang diduga meninggal karena anthrax, menimbulkan luka bagi keluarga. Bahkan ayah Dewi, Baharuddin menyesalkan pihak rumah sakit yang lambat dalam penanganannya. Kekecewaan Baharuddin ini diungkapkannya ketika ditemui detikcom di rumahnya, No 70, RT 017 RW 04, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Makassar, Jumat (18/11/2005)."Rumah sakit lambat menangani anak saya," tutur Baharuddin. Menurutnya, hingga anaknya meninggal dunia, pihak rumah sakit belum pernah mengambil sampel darah dan memeriksanya di laboratorium. "Dokter Jimmy yang menangani anak saya sudah bilang kalau anak saya perlu diambil sampel darahnya. Tapi oleh petugas kesehatan di sana tidak diambil," ucapnya.Menurutnya, dokter pun hanya mengatakan jikalau anaknya menderita maag, padahal ia telah mengeluhkan soal bisul-bisul yang muncul disekitar kaki dan wajah Dewi. Bahkan Baharuddin pun mempersoalkan tentang kartu askes nya yang lambat direspon oleh dokter."Saya sudah mengatakan kalau saya punya askes. Tapi dokter tetap tidak menangani karena waktu itu memang saya belum bawa. Saya bawa setelah keesokan harinya, baru ditangani. Padahal pada malam itu, anak saya sudah mulai pendarahan," terangnya. Sementara itu, pihak RS Pelamonia mengatakan kalau sampel darah Dewi sudah diambil. "Kami sudah ambil sampel darahnya dan sedang dalam pemeriksaan. Tapi belum ada hasil," ujar Letkol Junaedi, Wakil Kepala Rumah Sakit Pelamonia ketika ditemui di kantornya, Jl Jendral Sudirman Makassar.
(ddn/)










































