KTT APEC Agendakan Proposal Anti Korupsi

KTT APEC Agendakan Proposal Anti Korupsi

- detikNews
Jumat, 18 Nov 2005 22:34 WIB
Busan - Aksi konkret pemberantasan korupsi akan merupakan salah satu bahasan utama dalam forum KTT APEC tahun ini. Agenda tersebut merupakan salah satu proposal yang diajukan oleh delegasi Indonesia.Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun, selaku Ketua APEC 2005 dalam pidatonya membuka KTT APEC siang ini. Rangkaian dari acara tahunan itu sendiri akan berlangsung hingga esok hari. "Pertemuan APEC akan mengadopsi proposal anti korupsi sebagai agenda bersama antar pemerintah. Dokumen ini dipersentasikan pada saya dalam CEO summit pagi ini. Saya sangat berterimakasih dan menghargai usaha panjang Anda sekalian," ujar Roh seperti dilaporkan reporter detikcom Luhur Hertanto.Roh mengharapkan pertemuan ini mendorong adanya komitmen politis mewujudkan Asia Pasifik sebagai kawasan bebas korupsi. Salah satu langkah nyata dari komitemen itu nanti adalah mencegah dijadikannya negara-negara sebagai persembunyian para koruptor dari negara lain atau tempat pencucian uang hasil korupsinya. Di dalam pidatonya, Roh juga menyatakan bahwa perlunya upaya sungguh-sungguh mencabut berbagai hambatan dalam perdagangan. Yakni dengan melembagakan norma-norma baru oleh pemerintah masing-masing negara anggota."Menurunkan biaya transaksi, merupakan syarat utama mewujudkan perdagangan yang aman dan nyaman," ujarnya.Forum KTT APEC yang diikuti 21 negara anggotanya, secara resmi dibuka siang ini Gedung Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO) Busan, Korea Selatan. Dalam KTT tahun ini mengusung slogan Toward One Comuuunity: Meet the Challenge, Make The Change.Dalam acara pembukaan ini Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) duduk diapit oleh Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi di sebelah kiri dan ketua eksekutif Hongkong Donald Tsang. Para pemimpin ekonomi yang hadir duduk membentuk lingkaran dalam tiga kelompok yang masing-masing terdiri atas tujuh orang. Mereka duduk berdasarkan abjad searah jarum jam. Diawali oleh PM Australia John Howard, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Kanada Paul Martin, Presiden Cina Hu Jintao, Ketua Eksekutif Hongkong Donald Tsang, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, PM Jepang Junichiro Koizumi, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.Kemudian Presiden Meksiko Vicente Fox, PM Selandia Baru Helen Clark, PM Papua Michael Thomas Samore, Presiden Peru Alejandro Toledo, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, Presiden Rusia Vladimir Putin, PM Singapura Lee Hsien Loong, perwakilan Taiwan Li Hsin-i, PM Thailand Thaksin Shinawatra lalu Presiden AS George W. Bush. Sementara tiga negara sisanya duduk terpisah. Yaitu Chile yang merupakan tuan rumah KTT APEC 2004, Korea tuan rumah 2005, serta Vietnam sebagai calon tuan rumah 2006. Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun diapit Presiden Vietnam Tran Duc Luong dan Presiden Chile Ricardo Lagos Escobar di samping kiri dan kanannya. Pembagian tempat duduk dengan formasi lingkaran tersebut juga akan diterapkan dalam Retreat II KTT APEC di Nurimaru APEC House di Pulau Tongbaek esok hari. Di sini pula rangkaian acara akan ditutup dengan pembacaan deklaasi hasil KTT oleh para pemimpin ekonomi negara anggota APEC. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads