Walkot Banda Aceh Ajak Masyarakat Hapus Kekerasan Perempuan & Anak

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 16:24 WIB
Foto: aceh
Foto: aceh
Jakarta - Wali kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan Pemerintah Kota Aceh terus melakukan berbagai usaha dalam upaya perlindungan perempuan dan anak (PA) dari kekerasan dan pelecehan. Untuk itu, Aminullah berharap baik masyarakat umum maupun LSM dan komunitas dapat terlibat dan bekerja bersama-sama untuk menghapus permasalahan ini.


Dalam sambutannya di CFD Aceh Aminullah menegaskan pemerintah kota Banda Aceh telah melakukan upaya perlindungan terhadap anak dan perempuan yang sudah menjadi program yang terus dijalankan dinas dan instansi terkait.

"Kita terus bekerja keras berupaya memberi perlindungan dan perhatian melalui dinas dan instansi terkait. Ada DP3AP2KB, WDC hingga Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2TP2). Mereka terus menjalankan usaha-usaha pencegahan dan perlindungan," ungkap Aminullah dalam keterangan tertulis, Minggu (8/12/2019).

Aminullah menilai dalam upaya menghapus kekerasan seksual, perkawinan anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tapi juga perlu melibatkan masyarakat, baik masyarakat umum maupun LSM dan komunitas.

"Semua harus terlibat dan bekerja bersama-sama," tutur Aminullah

Pemko sendiri sedang gencar-gencarnya menjalankan program Kota Layak Anak (KLA). Program ini juga bertujuan untuk meminimalisir kasus-kasus kekerasan seperti yang disuarakan Millennials Empowerment dan Flower Aceh.

Saat ini, sudah dicanangkan belasan gampong di Banda Aceh sebagai Gampong Layak Anak. Ketika program ini berjalan, harapannya akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemenuhan hak-hak anak yang kemudian bermuara pada menurunnya kasus-kasus kekerasan tersebut.

"Target kita, pada tahun 2021 semua gampong dan kecamatan di Banda Aceh sudah dicanangkan menjadi gampong dan kecamatan layak anak menuju Kota Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak," ungkap Aminullah.

Pada CFD edisi kali ini, Wali Kota memberikan tempat kepada puluhan anak muda yang tergabung dalam Millennials Empowerment dan Flower Aceh yang ingin mengkampanyekan isu kekerasan seksual dan perkawinan anak.

Mereka melakukan long march memperlihatkan pesan-pesan yang bertuliskan menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan seksual dan perkawinan anak. Mereka juga menuliskan berbagai pesan-pesan seperti 'Pelaminan Bukan Tempat Bermain Anak, Say No to Sexual Harassment, Menjadi Perempuan Tanpa Rasa Was-was Kapan?' hingga pesan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan.

"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh apa yang disuarakan komunitas tersebut. Bukan hanya kekerasan seksual dan perkawinan anak saja yang menjadi perhatian serius Pemko Banda Aceh, namun juga mencakup kekerasan terhadap perempuan dan anak," tandasnya.

Sebagai informasi, Aminullah hari ini menandatangani komitmen bersama menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan seksual dan perkawinan anak.

Komitmen bersama yang diinisiasi Millennials Empowerment dan Flower Aceh ini ditandatangani pada acara Car Free Day (CFD). Ikut juga menandatangani anggota DPRK Banda Aceh, Syarifah Munirah dan para pejabat jajaran Pemko Banda Aceh. (ega/ega)