Kapolres Demak Minta Korban Hantu Cekik Cek Kesehatan
Jumat, 18 Nov 2005 20:10 WIB
Semarang - Untuk memastikan benar tidaknya hantu cekik yang sudah seminggu ini meresahkan warga di empat kecamatan di Demak, warga yang mengaku menjadi korbannya diminta cek kesehatan."Selama ini kan belum ada kepastian benar tidaknya isu hantu itu. Cek kesehatan bisa mengatasi spekulasi itu," kata Kapolres Demak AKBP Eka Cahyanto di Mapolda Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Jum'at (18/11/205).Eka menjelaskan, isu hantu sebenaranya sudah pernah ada beberapa tahun lampau. Isu itu muncul pada masa-masa sulit seperti paceklik, himpitan ekonomi, dan kemarau berkepanjangan. Tapi belum diketahui bagaimana hubungan kedua hal tersebut.Eka menyesalkan kenapa ada isu mistis pada saat Demak sedang dalam persiapan pilkada awal tahun depan. Dia menilai isu itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat negatif."Semoga isu itu tidak terus merebak. Soalnya itu bisa berdampak luas pada situasi kamtibmas yang sebelumnya sudah kondusif," tuturnya.Ketika ditanya soal penyebaran isu hantu cekik, Eka menyebut Kacamatan Mranggen sudah mulai beredar isu serupa. Padahal sebelumnya, isu itu hanya menghantui di empat kecamatan yakni, Sayung, Karang Tengah, Bonang, dan Guntur.Untuk itulah, aparat kepolisian fokus di lima kecamatan tersebut. Setiap malam, sejumlah aparat ikut menemani warga yang melekan di sekitar rumahnya. Terutama untuk memastikan tidak ada orang yang dihakimi massa karena dikira hantu cekik."Tadi malam, ada orang yang ditangkap di Guntur. Tapi setelah dicek, ternyata dia cuma seorang pemulung yang sedang mencari kardus bekas," kata Eka.Eka berharap isu hantu cekik itu tidak berkepanjangan. Karena jika warga terlalu larut dalam hal-hal klenik, maka situasi akan bertambah runyam. Warga bisa bertindak di luar akal sehat.
(nrl/)











































