Data 50 Ribu Warga Jakarta Positif HIV Disinggung di Rapat DPRD DKI

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 14:41 WIB
Rapat Dinkes DKI dengan DPRD DKI. (Dwi Andayani/detikcom)
Rapat Dinkes DKI dengan DPRD DKI. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Data 50 ribu warga Jakarta yang positif HIV disinggung dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Komisi E mempertanyakan penanganan yang dilakukan dinkes terkait hal tersebut.

"Dinkes sebut lebih dari 50 ribu warga Jakarta terinfeksi HIV/AIDS, kita mau tahu penanganan terpadunya dari dinas kesehatan seperti apa?" ujar anggota Komisi E Yudha Pratama dalam rapat di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019).



Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti membenarkan bahwa DKI Jakarta merupakan epidemi terkonsentrasi dan sebagai populasi kunci. Dia menyebut populasi kunci merupakan kondisi di mana orang-orang memiliki perilaku seksual tidak aman.

"Betul, jadi DKI Jakarta termasuk epidemi terkonsentrasi, ada 6 persen populasi, angka HIV adalah 5 persen tidak lebih adalah populasi kunci. Populasi kunci adalah, populasi dengan medis orang dengan perilaku seksual tidak aman, penggunaan narkoba suntik dan lain lain, termasuk ini cukup memprihatinkan," kata Widyastuti.

Widyastuti mengatakan penularan HIV saat ini paling tinggi terjadi melalui seksual yang tidak aman.

"Angka DKI yang dulu tertinggi adalah penularan dari jalur suntik yang tidak steril, sekarang sudah bergeser, sekarang angka tertinggi penularannya adalah melalui seksual yang tidak aman. Lebih memprihatinkan, terjadi progres yang sangat luar biasa, angka positif di golongan LSL yaitu kelompok laki-laki suka laki-laki," tuturnya.



Tonton juga Dinas Kesehatan: Lebih dari 50.000 Warga DKI Positif HIV :


Selanjutnya
Halaman
1 2