Round-Up

Panas Jelang Perebutan Kursi Ketum PAN

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 06:42 WIB
Foto: Amien Rais dan Zulkifli Hasan. (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Foto: Amien Rais dan Zulkifli Hasan. (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Jakarta - Jelang perebutan kursi ketua umum PAN, situasi internal partai berlambang matahari putih itu cukup memanas. Dua kubu yang memiliki kekuatan, yakni dari petahana Ketum Zulkifli Hasan dan dari pihak Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais saling melempar serangan.

Ramai-ramai perebutan kursi Ketum ini berawal dari pernyataan salah satu pendiri PAN, Putra Jaya Husin yang berada di kubu Amien Rais. Ia mensinyalir adanya intervensi kepada DPD-DPD agar memilih Zulkifli kembali sebagai ketum.

Salah satu yang merasa mendapat intimidasi itu adalah Djainuddin Damopolii yang merupakan mantan Ketua DPD Kotamobagu, Sulut. Djainuddin mengaku diberhentikan dari posisinya secara sepihak pada September lalu karena tidak sejalan dengan arahan Zulkifli. Ia menuding Zulkifli pernah mengundang seluruh DPW memberikan arahan terstruktur dari DPP ke pengurus wilayah untuk mendukung kembali menjadi ketum.

Bahkan Djainuddin mengatakan ketua pengurus di wilayahnya, yaitu Sulawesi Utara, mengklaim seluruh DPD mendukung Zulhas. Djainuddin yang kala itu menjadi Ketua DPD Kotamobagu di wilayah tersebut tidak sepakat.


"Tapi beberapa DPD ada yang membuat ada yang tidak sehingga ini terlibat ada konspirasi yang membentuk secara terstruktur untuk meminta DPD yang punya hak suara ini untuk mendukung kembali ZH," tutur Djainuddin, Jumat (6/12).

"Kemudian di kami sulit sama tadi karena terindikasi tidak sejalan, jadi beberapa DPD yang tidak sejalan itu langsung di-Plt semua. Bersamaan saya itu 3 DPD (yang dicopot) dari total 15 DPD itu terjadi bulan September. Itu sepihak di-Plt kemudian tidak dibuka lagi ruang klarifikasi," tambahnya.

Zulkifli Hasan membantah pihaknya melakukan intervensi. Dukungan yang datang menurutnya, murni aspirasi dari banyak pengurus PAN daerah.

"Yang mendukung itu bukan saya, itu wilayah dong," ujar Zulkifli di acara Rakernas PAN di Hotel Millennium, Jl Fachrudin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).

Ia juga menyangkal soal mengumpulkan para DPW agar mendukung dirinya. Ia menyebut memang ada DPW yang datang ke rumahnya, namun itu bukan atas arahan darinya melainkan mereka datang karena hendak memberi dukungan.

"Semalem ada 400 dateng menyatakan dukungan. itu hak mereka, boleh," sebut Wakil Ketua MPR itu.

Amien Rais pun sudah buka-bukaan tak mendukung Zulkifli maju lagi menjadi ketum. Hal tersebut diketahui dari beredarnya video saat Amien berbicara di depan sejumlah peserta Rakernas PAN.

Dalam video yang beredar itu, Amien Rais tampak berbicara di hadapan sejumlah kader PAN. Turut mendampingi Amien seperti Waketum PAN Hanafi Rais, Mulfachri Harahap yang disebut-sebut akan maju sebagai caketum. Selain itu juga ada pendiri PAN yang mensinyalir Zulkifli mengintervensi DPD-DPD PAN, Putra Jaya Husin.

Kepada kader PAN yang hadir, Amien meminta agar pernyataannya direkam dan diberikan kepada Zulkifli. Ia berharap Wakil Ketua MPR itu tak menjadi petahana ketum.

"Saudara sekalian karena itu, nanti ini direkam kasihkan Pak Zul ya," kata Amien dalam potongan video yang beredar itu.

Kader PAN yang hadir pun tampak tertawa dan sebagian ada yang bertepuk tangan. Amien menjelaskan alasannya mengapa meminta Zulkifli untuk tidak maju di Kongres PAN nanti.


"Pak Zul sebaiknya Anda jangan maju, berikan yang lain supaya ada perputaran," sebutnya.

Amien menyebut sebaiknya ketum PAN hanya berlaku untuk satu periode, yakni 5 tahun saja. Dengan begitu ada giliran bagi kader PAN lain menjadi pemimpin partai berlambang matahari putih itu.

"Tidak boleh ada 'aku jagoan', jangan. Wong saya aja nggak berani kok. Semua nggak berani. Jadi setelah ini sebaiknya memang siapapun setelah 5 tahun cukup. Supaya yang lain dapat giliran," ucap Amien.

Potongan video yang beredar itu dibenarkan oleh Putra Jaya Husin. Menurutnya, pertemuan digelar di Hotel Sultan, Jakarta, tempat sejumlah peserta Rakernas PAN menginap. Rakernas sendiri digelar hari ini di Hotel Millenium, Jl. Fachrudin, Jakarta Pusat.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3