30 DPW PAN Deklarasi Dukung Zulkifli Hasan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 20:47 WIB
Konferensi Pers DPW PAN soal Dukungan ke Zulkifli Hasan Jadi Caketum/Foto: Wilda/detikcom
Jakarta - Sebanyak 30 pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN menyatakan dukungan agar Zulkifli Hasan kembali maju mencalonkan diri sebagai Ketum PAN.

"Kami 30 DPW PAN meminta, memohon dan mendukung Zulkifli Hasan untuk menjadi ketua umum PAN periode 2020-2025," ujar Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar dalam jumpa pers di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Dengan dukungan ini, Muazzim berharap Kongres PAN pada tahun 2020 berlangsung aklamasi saat pemilihan ketum. Sementara 4 DPW PAN lainnya yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Sumatera Utara tidak hadir dalam deklarasi dukungan ke Zulkifli Hasan.

"Yang tidak hadir 4 DPW di sini bukan berarti tidak mendukung. Kita masih komunikasi," sambungnya.




Ke-30 DPW sambung Muazzim juga mendukung agar Kongres PAN digelar di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaksanaan kongres PAN--sesuai keputusan Rakernas--paling lambat digelar bulan Maret 2020

Sementara itu, Ketua DPW PAN Papua, Abok Busup mengatakan, Zulkifli Hasan layak kembali didukung menjadi Ketum PAN. Alasannya kepemimpinan satu periode dianggap tidak cukup membawa perubahan partai.

"30 DPW mendukung Zulkifli Hasan untuk jilid dua," sebutnya.


Konferensi Pers DPW PAN soal Dukungan ke Zulkifli Hasan Jadi CaketumKonferensi Pers DPW PAN soal Dukungan ke Zulkifli Hasan Jadi Caketum Foto: Wilda-detikcom



Hal yang sama diutarakan Ketua DPW PAN Sulut Sehan Landjar yang menilai Zulkifli berhasil memimpin partai.

"Saya ingin mengatakan bahwa dari 30 DPW dari 34 (DPW) menginginkan Zulkifli Hasan melanjutkan (kepemimpinan) karena kami tidak melihat bahwa Zulkifli Hasan itu gagal. Zulkifli Hasan masih sangat layak unuk memimpin PAN lima tahun ke depan," ujar Sehan.





Sedangkan Plt Ketua DPW PAN Sulbar, Asri Anas tak ingin DPW dibenturkan dengan Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais. Amien Rais dinilai tetap menjadi tokoh sentral di PAN

"Siapa yang menjadi ketua umum, Pak Amien Rais tetap jadi tokoh sentral. Kami meluruskan, tidak ada perkelahian, (yang terjadi) itu dinamika. Itu riak-riak biasa, tidak ada perkelahian," tegasnya. (fdn/fdn)