Laporan dari Madrid

Inggris Dukung Upaya Indonesia untuk Capai Target NDC

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 17:25 WIB
Pertemuan delegasi Indonesia dengan perwakilan Inggris di Sekretariat Delegasi RI di COP25, Madrid, Spanyol/Foto: dok.Sekretariat Delegasi RI
Pertemuan delegasi Indonesia dengan perwakilan Inggris di Sekretariat Delegasi RI di COP25, Madrid, Spanyol/Foto: dok.Sekretariat Delegasi RI
Madrid - Inggris mendukung upaya Indonesia dalam upaya mencapai nationally determined contribution (NDC). Inggris juga menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk merestorasi lahan gambut sebagai upaya untuk menurunkan emisi karbon.

Hal itu disampaikan oleh politisi Inggris, Claire O'neill Perry di dalam pertemuan bilateral dengan delegasi RI yang dipimpin oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong di sekretariat Indonesia di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim (COP25) di Madrid, Spanyol, Jumat (6/12/2019).

"Saya atas nama pemerintah Inggris sangat mengapresiasi upaya Indonesia dalam merestorasi dan merehabilitasi gambut serta upaya untuk mencapai pengelolaan sawit berkelanjutan dalam rangka penurunan emisi dari sektor lahan", terang O' Neill.

Dalam pertemuan itu, O'neil juga menawarkan bantuan Inggris kepada Indonesia untuk merestorasi lahan gambut dan melakukan transisi energi dari penggunaan batubara ke energi baru yang terbarukan (renewable).

Tawaran Inggris ini disambut baik oleh Alue, yang juga selaku Ketua Delegasi RI pada COP25. Alue mengatakan, pihaknya akan menggunakan kesempatan kolaboratif ini guna meningkatkan target NDC.

"Indonesia yang memiliki lahan gambut tropis terbesar di dunia sangat berkepentingan dengan kelestarian pengelolalannya dan gambut menjadi faktor penting dalam upaya pencapaian NDC serta peningkatan NDC Indonesia," kata Alue.






Terkait dengan penurunan emisi di bidang energi, Inggris menawarkan kepada Indonesia bantuan untuk proses transisi batubara ke energi baru dan terbarukan (renewable). Proses transisi yang dilakukan oleh Inggris menuju zero-coal energy generation merupakan proses yang sangat cukup berat.

Berkaca dari pengalaman Jerman, Claire O'Neill yang juga mantan Menteri Energi, Inggris menyatakan proses-proses transisi energi menuju energi bersih pada umumnya memerlukan proses yang panjang dan berliku.

Namun demikian, Inggris ingin menularkan pengalamannya, dan juga pengalaman negara lain di Eropa, ke Indonesia agar Indonesia dapat melakukan transisi ke energi baru dan terbarukan dengan lebih baik.

Dalam hal ini, Wamen LHK menyambut baik tawaran Inggris dan menyatakan siap untuk bekerja sama dalam melakukan transisi tersebut. Wamen Alue mengatakan Indonesia telah memiliki Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang juga memuat langkah-langkah transisi energi tersebut.

Alue berkeyakinan negara-negara berkembang dapat mencapai NDC-nya, terutama jika mendapatkan bantuan dari negara-negara maju.





Selain itu, Alue juga menginformasikan dibentukmya International Tropical Peatland Center (ITPC) di Indonesia sebagai bagian dari kerja sama negara-negara selatan. Untuk itu Indonesia mengundang Inggris untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung keberadaan ITPC tersebut.

"Dan Inggris menyambut baik tawaran Indonesia karena memang akan membantu Indonesia dalam upaya penyelamatan gambut dan Indonesia juga telah menginisiasi pembentukan Pusat Mangrove Dunia di Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan penurunan emisi dari lahan," paparnya. (mea/fdn)