PKS Incar Kursi Jaksa Agung

PKS Incar Kursi Jaksa Agung

- detikNews
Jumat, 18 Nov 2005 17:38 WIB
Jakarta - Kekhawatiran bagi-bagi jatah parpol jika Presiden SBY merombak kabinetnya bakal jadi kenyataan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang biasanya malu-malu, kini terang-terangan mengincar posisi Jaksa Agung.Jika keinginan tersebut tidak terpenuhi, PKS tak segan-segan menarik dukungannya dari koalisi partai pendukung pemerintah.Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkiefli Mansyah dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (18/11/2005).Untuk posisi Jaksa Agung, PKS saat ini sudah menyiapkan dua kandidatnya. Kandidat kuat yang sudah disiapkan adalah anggota Komisi I DPR Soeripto. Mantan sekjen Dephut ini pernah tersandung kasus korupsi pengadaan helikopter Dephut dan sempat ditahan di rutan Polda Metro Jaya.Kandidat lain yang menjadi alternatif adalah Arief T Surowijoyo, anggota Dewan Pakar PKS yang juga pendiri Transparansi Nasional Indonesia (TNI). "Mereka menyatakan sudah siap jika ditempatkan sebagai Jaksa Agung," tegas Zulkiefli.Jika dua kandidatnya diterima, imbuh dia, PKS akan mempertimbangkan untuk tidak menarik dukungan terhadap SBY."Dalam kondisi ekonomi kita seperti ini, siapa pun menterinya tetap tidak akan berubah. Tapi minimal kita bisa memberi pencerahan untuk pemberantasan korupsi," katanya.Ia mengakui, dari survei yang dilakukan DPP PKS, sebagian besar konstituennya menghendaki PKS keluar dari koalissi parpol pendukung pemerintah, karena koalisi ini ternyata gagal menyejahterakan masyarakat.Namun, jika presiden memberi kursi Jaksa Agung, hal itu bisa dijadikan alasan kepada konstituen untuk tetap bertahan mendukung pemerintah. "Itu bahan yang bisa kita jelaskan ke konstituen," katanya.Ia mengungkapkan, rencananya PKS akan berdialog dengan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla dalam waktu dekat. Pertemuan akan digelar sebelum Musyawarah Nasional Dewan Syuro. "Dan mudah-mudahan jika SBY bisa memberikan kursi ini, keputusan Dewan Syuro bisa dibicarakan," tegasnya.Zulkiefli juga mengimbau agar parpol-parpol yang saat ini mendukung pemerintah untuk duduk bersama, guna menyamakan persepsinya masing-masing. "Kita harus membicarakan ke arah mana koalisi ini supaya nanti ada kejelasan sikap, sehingga tidak plintat-plintut lagi," katanya.Kendati berharap bisa mendapat posisi Jaksa Agung, Zulkiefli mengatakan, PKS siap berada di luar pemerintahan, karena negara ini juga butuh check and balance. "Jika memang tidak sesuai lagi, kenapa kita mesti bertahan dalam koalisi," tandasnya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads