Deplu: RI Sangkal Malaysia Lepas Tangan Soal Azahari
Jumat, 18 Nov 2005 16:48 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia menilai Polisi Malaysia telah bekerja sama cukup baik dengan polisi Indonesia. Polisi Malaysia dipandang cukup membantu penyidikan menyusul tewasnya Azahari di Kota Batu, Malang, Rabu (9/11/2005) seperti membantu dalam olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan fasilitasi keperluan tes DNA."Dari KBRI kita di Kuala Lumpur, tingkat kerjasama kepolisian di kedua negara dipandang sudah cukup baik, " kata Jubir Departemen Luar Negeri (Deplu) Yuri Thamrin dalam Media Briefing di Gedung Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat(18/11/2005).Pernyataan Yuri untuk menyangkal tudingan sejumlah kalangan yang menilai Pemerintah Malaysia terkesan lepas tangan dalam membantu penyidikan maupun pengejaran terhadap gembong teroris warga Malaysia, Azahari.Satu hari setelah penggerebekan Azahari cs di Kota Batu Malang, menurut Yuri, tim Polri berkunjung ke Malaysia. Tim Polri difasilitasi oleh Kepolisian Malaysia untuk keperluan tes DNA. Selain itu, Polisi Malaysia juga datang ke Indonesia untuk membantu penyidikan seperti melakukan olah TKP. "Kerjasama sudah cukup baik, tapi harus ditingkatkan," ujar Yuri.Yuri menilai, dunia telah mengakui keberhasilan Polri yang luar biasa dengan tertangkapnya Azahari. Dia mengutip pernyataan pejabat Kementerian Luar Negeri AS bahwa Polri dipandang sebagai polisi terbaik di dunia. Sejumlah pimpinan negara dalam kesempatan pertemuan APEC di Busan, Korea Selatan, juga tidak ketinggalan memberikan penghargaan kepada Polri.
(mly/)











































