Dishub DKI Klaim Penutupan U-Turn Jalan Satrio Perlancar Lalu Lintas

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 19:15 WIB
Foto: Suasana Uji Coba Penutupan U-Turn Jl Satrio, Jakarta Selatan. (Rifkianto Nugroho-detikcom)
Foto: Suasana Uji Coba Penutupan U-Turn Jl Satrio, Jakarta Selatan. (Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengklaim penutupan putaran atau U-turn di Jalan Prof dr Satrio menurunkan tingkat kemacetan. Namun, masih banyak masyarakat yang menolak dengan alasan berputar menjadi jauh.

"Jadi memang terkait manajemen rekayasa lalin (lalu lintas) ada pro kontra khususnya terkait penutupan jalan, dari hasil uji coba kami kemarin saat itu diberlakukan memang traffic membaik pas uji coba," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo Kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

"Tapi kemudian masyarakat tidak sabar, merasa untuk berputar di Karet itu 1 kilo, 2 kilo padahal itu hanya 100-200 meter dari titik penutupan," ujar Syafrin.


Bagi Syafrin, putaran di bawah flyover menjadi penyebab kemacetan. Sehingga, saat ditutup, Syafrin menilai lalu lintas menjadi lebih lancar.

"Yang biasanya antrean kendaraan di Jalan Sudirman dari utara ke selatan itu sampai ke Setia budi kemarin cukup lancar. Artinya hambatan yang disebabkan oleh arus putar balik ke arah Jalan Satrio tidak terjadi lagi dan memang itu tujuannya untuk memecah kepadatan di titik itu," kata Syafrin.

Namun, Syafrin belum bisa menghitung berapa banyak penurunan kemacetan di lokasi tersebut. Pembukaan U-turn secara paksa berakibat pada terganggunya evaluasi.

"Belum bisa evaluasi secara komprehensif karena tadi sempat dibuka, kemarin dibuka. Belum bisa dilihat kondisi idealnya saat penutupan," ucap Syafrin.
Selanjutnya
Halaman
1 2