Polisi Setop Penyelidikan Kasus 35 Ton BBM yang Sempat Diduga Ilegal

M Iqbal - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 18:30 WIB
Badan Keamanan Laut (Bakamla) menangkap kapal muatan BBM ilegal. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon - Kasus dugaan BBM ilegal yang diungkap Bakamla di perairan Banten pada 20 November lalu dihentikan. Kasus dugaan BBM ilegal itu dihentikan setelah kasusnya ditangani Ditpolairud Polda Banten.

Polisi mengaku tidak menemukan alat bukti yang cukup untuk melanjutkan kasus dugaan jual-beli BBM ilegal jenis solar tersebut. Bakamla awalnya menangkap kapal jenis SPOB KM Noah 99 itu mencurigai aktivitas kapal yang mentransfer BBM ke kapal tunda.

"Kami sudah menerima laporan kejadian dan kita sudah melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa pemilik. Dari hasil pemeriksaan bahwa solar yang ada di dalam kapal Noah itu setelah kita sounding sekitar 30.700 kiloliter, dari keterangan PT Intim yang memiliki INU (izin niaga umum) intim membeli dari kapal tugboat dan menyalurkan pada tanggal 17-18 (November) sekitar 10 kl sama 20 kl," terang Kasubdit Gakkum Ditpolaitud Polda Banten AKBP Agus Yulianto kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Hasil pemeriksaan polisi, surat-surat izin usaha dan dokumen jual beli dinyatakan lengkap. Polisi sudah memeriksa dari pemilik kapal sampai pemilik BBM. Hasilnya, kata Agus, tidak didapati bahwa kapal itu memuat BBM ilegal.


"Sementara ini kita tidak bisa menaikkan ke penyidikan, karena bukti yang ada itu ada surat ijin niaga umum. Tindak pidananya belum ditemukan sehingga kita sampai sekarang masih gelar dengan Bakamla," ucap Agus

Simak Video "Tak Harus Pakai BBM, Nelayan Pacitan Kini Melaut dengan Elpiji"


Selanjutnya
Halaman
1 2