Komisi C DPRD DKI soal Rapat Komputer Rp 128 M: Bukan Tertutup, tapi...

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 15:15 WIB
Foto: Rapat Komisi C DPRD DKI (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Foto: Rapat Komisi C DPRD DKI (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Komisi C DPRD DKI Jakarta menyebut tidak mengadakan rapat pembahasan anggaran secara tertutup pagi tadi. Komisi C meluruskan hal ini.

Diketahui, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta antara Komisi C DPRD DKI Jakarta dan pihak eksekutif sempat tertutup sementara di komisi lain terbuka untuk publik. Pada pagi hari, wartawan sempat tidak dipersilakan masuk ke ruang rapat Komisi C berdasarkan petugas jaga setempat. Komisi C mengaku sedang rapat koordinasi internal membahas masalah anggaran penyediaan komputer yang ramai dibahas.

"Kita tidak ada yang namanya rapat tertutup. Rapat belum dimulai, kenapa? Karena kita akan koordinasi dengan pimpinan dewan menyikapi kemarin (soal anggaran komputer Rp 128,9 M). Sehingga, rapat (bahas anggaran) dibuka kemudian di skors," ucap anggota Komisi C, S Andyka, kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).


Anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan Cinta Mega sebelumnya menyebut Anthony Winza Prabowo menyebar keterangan ke media dan mengatakan bahwa rencana anggaran Rp 128,9 M adalah untuk satu komputer. Hal itu dianggap Cinta tidak benar dan bisa membangun opini buruk di publik.

"Masalahnya dia kan share ke media bahwa tagline-nya 1 komputer Rp 128,9 miliar itu kan bisa membentuk opini di masyarakat. Kami ini belum kelar, karena membuat server, membuat apa, untuk pengamanan pajak yah data kemarin dengan Pak Faisal sudah menjelaskan," ucap Cinta kepada wartawan saat jumpa pers di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Padahal, rencana anggaran Rp 128,9 miliar itu diperuntukkan bukan untuk satu komputer. Hal ini yang ingin diluruskan oleh Komisi C.

"Ada pengadaan satu komputer yang seharga Rp 128, 9 miliar di RAPBD DKI. Ini kebohongan publik. Itu tidak benar karena yang beli adalah kebutuhan data base yang seperti di perpajakan nasional," kata Sekretaris Komisi C Yusuf di tempat yang sama.


Anthony membantah menyebar ke media tersebut. Dia mengaku hanya menyampaikan pertanyaan di rapat dan dikutip media.

"Padahal rapat tidak dinyatakan tertutup, berarti terbuka. Dan statement itu saya utarakan di dalam rapat. Jadi ketika kita buka anggaran di dalam rapat diprotes, bukan di luar rapat diprotes, saya juga bingung, harus buka di mana lagi. Tadi saya benar-benar di rapat dan saya nggak pernah share rilis apapun ke media," ucap Anthony kepada wartawan secara terpisah.

Diketahui, anggaran yang dipertanyakan Anthony terkait pembelian satu unit komputer, dua unit storage area network (SAN) switch, enam unit server, dan sembilan unit storage untuk mainframe. Dengan total anggaran sebesar Rp 128.992.331.600.

Rincian harga tersebut adalah satu unit komputer Mainframe Z14 ZR1 seharga Rp 66,6 miliar (dengan PPN), dua unit SAN switch seharga Rp 3,49 miliar (dengan PPN), enam unit server seharga Rp 307,9 juta (dengan PPN), dan sembilan unit storage untuk mainframe seharga Rp 58,5 miliar.




Bertopeng, Gaya Massa Tuntut Transparansi Anggaran DKI di DPRD:

[Gambas:Video 20detik]

(aik/gbr)