Irjen Listyo Kabareskrim Baru, Gerindra: Namanya Ada 'Prabowo', High Quality

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 15:02 WIB
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Habiburokhman (Dok. Pribadi)
Jakarta - Partai Gerindra menyambut positif penunjukan Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kabareskrim. Irjen Listyo dianggap berkualitas tinggi karena namanya memiliki unsur 'Prabowo' seperti nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Keren, bagus namanya ada 'Prabowo'-nya lagi kan. Itu menurut saya salah satu pertanda baik juga. Orang kalau pakai namanya 'Prabowo' pasti bagus-bagus nih, biasanya begitu. Ada Pak Edhy Prabowo, ada Pak Prabowo Subianto, pasti orangnya high quality itu," kata juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12/2019).


Habiburokhman juga mengomentari status Irjen Listyo sebagai mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Irjen Listyo punya kemampuan fisik dan manajerial yang baik.

"Ya justru bagus, orang jadi ajudan itu nggak sembarang, dipilih yang terbaik, yang mempunyai kemampuan yang luar biasa sampai tingkat fisik yang bagus juga. Jadi, kerja administrasi bagus, kerja lapangan bagus, fisik bagus, ketahanan bagus, dan lain sebagainya. Itu orang-orang pilihan. Kalau zaman Pak Harto itu next Panglima itu biasanya dari ajudan," ucapnya.

Habiburokhman menilai tak ada unsur nepotisme dalam penunjukan Irjen Listyo sebagai Kabareskrim karena kedekatannya dengan Jokowi. Anggota Komisi III DPR itu yakin Irjen Listyo tidak akan mudah diintervensi dalam menangani kasus hukum.

"Nggak, kita kalau memiliki kedekatan apa masalahnya? Dan terbukti nggak pernah ada intervensi itu. Ya kita serahkan kepada yang berwenang ya Pak Kapolri menunjuk Kabareskrim," ujar Habiburokhman.

Habiburokhman juga menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang hingga kini belum terungkap. Ia meminta kasus tersebut segera diselesaikan.

"Saya pikir yang sudah disampaikan kan sudah progres, tinggal diumumkan. Kita ingin, apa namanya, itu kan PR, jadi beban. Tentu bagi kebaikan Polri sendiri, bagi kebaikan pemerintahan kita sendiri, baiknya memang dituntaskan," ucapnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2