Coca-Cola Nilai Kemasan Pascakonsumsi Beri Manfaat Ekonomi

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 12:36 WIB
Foto: Coca Cola
Foto: Coca Cola
Jakarta - PT Coca-Cola Indonesia menilai kemasan pascakonsumsi dapat bernilai tinggi dan memberikan manfaat bagi ekonomi. Hal ini juga sejalan dengan keadaan Indonesia yang saat ini tengah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai salah satu wujud pendekatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

"Kami melihat kemasan pascakonsumsi merupakan sumber daya bernilai tinggi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi Indonesia pada tahun 2030," ujar Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/12/2019).


Upaya mempercepat ekonomi juga diperlukan kerja sama dari berbagai pihak baik konsumen, masyarakat, pemerintah, dan industri. Untuk itu, Coca-Cola Indonesia sebagai anggota Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), menginisiasi Packaging Recovery Organization (PRO) untuk kolaborasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Untuk itu, Coca-Cola mengadakan sebuah acara yang bertajuk 'Plastic Reborn #BeraniMengubah' yang digelar satu hari yang lalu, Kamis (5/12) yang membahas lebih mendalam tentang ekonomi sirkular dengan konsep kolaborasi melalui PRO. Turut hadir dalam acara ini, Kepala Subdirektorat Industri Plastik dan Karet Hilir Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya.


Coca-Cola juga menyadari bahwa permasalahan sampah kemasan membutuhkan kerja sama dan dukungan dari semua pihak. Berbagai program sudah dilakukan oleh Coca-Cola untuk bisa memahami permasalahan manajemen sampah. Pada 2017, Coca-Cola mengumumkan visi dan misi 'World Without Waste' sebagai komitmen dalam menyelesaikan permasalahan kemasan pascakonsumsi.

Di Indonesia, Coca-Cola melakukan kolaborasi serta kajian untuk mendukung program pemerintah dalam menangani sampah kemasan, di antaranya dengan melalui program Plastik Reborn 1.0 dan 2.0.




Tonton juga video Pepsi Bakal Hengkang dari Indonesia, Kenapa?:

[Gambas:Video 20detik]

(ujm/prf)