Pembatas U-Turn Jl Satrio Dibongkar Paksa, Dishub DKI Akan Tutup Lagi

Indra Komara - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 11:38 WIB
U-Turn di Jalan Satrio Jaksel. (Foto: Yogi/detikcom)
U-Turn di Jalan Satrio Jaksel. (Foto: Yogi/detikcom)
Jakarta - Viral video pengguna jalan membongkar paksa pembatas U-Turn di Jalan Satrio, Jakarta Selatan. Dinas Perhubungan DKI mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi aturan.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pengendara berjibaku membongkar beton pembatas moveble concrete barrier (MCB). Mereka terlihat turun dari kendaraannya untuk membuka pembatas jalan agar bisa memutar di kolong Flyover Satrio.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Budi Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebut pembongkaran pembatas beton MCB terjadi Kamis (5/12) sore.

"Itu kejadian kemarin sore. Para pengguna jalan memaksa membuka MCB yang jadi pembatas jalan," kata Budi, saat dikonfirmasi, Jumat (6/12/2019).



Dia menjelaskan, saat kejadian ada empat petugas Dishub yang berjaga di lokasi. Namun, petugas tak berhasil mencegah karena banyak pengguna jalan yang memaksa membuka pembatas.

"Pada saat kejadian ada petugas 4 orang, tetapi tidak sanggup mencegah karena terlalu banyak pengguna jalannya," ucapnya.

Budi mengatakan, pembatas yang sempat dibongkar akan diperbaiki. Dia mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi aturan.

"Sekarang sudah kita perbaiki lagi. Imbauannya agar pengguna jalan mematuhi rekayasa yang sedang diuji coba karena akan ada evaluasi ke depannya,' katanya.



Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta melakukan uji coba penutupan U-turn di Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan. Dishub berharap penutupan ini bisa mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

"Iya sekarang kan masih uji coba, sambil kita evaluasi artinya sebenarnya kan tujuannya kita ingin menghadirkan kelancaran lalu lintas di kawasan itu," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Syafrin mengatakan penutupan dan evaluasi masih dilakukan dalam dua minggu ke depan. Dia mengatakan evaluasi ini dilakukan untuk melihat kondisi ideal yang dapat diterapkan.

"Biasanya kita lihat dalam seminggu dua minggu ke depan, teknisnya seperti apa di sana. Sekarang sedang kita evaluasi, dalam uji coba setelah kita dapat kondisi idealnya seperti apa itu yang kita terapkan," kata Syafrin. (idn/imk)