2 Orang di Sumsel Tewas Diterkam Harimau, Warga Diimbau Pakai Topeng ke Hutan

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 11:18 WIB
Foto: Warga dan petugas gabungan sisir lokasi harimau terkam petani di Pagaralam, Sumsel (dok ist)


Sementara itu, BKSDA Sumatera Selatan meminta warga tetap mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal di daerah. Salah satunya yakni tidak sesumbar dan tidak pergi seorang diri.

"Yang jelas kalau kearifan masyarakat lokal itu berdoa, jangan sesumbar dan kearifan lokal tetap dijalankan. Kalau masuk ke hutan jangan sendiri-sendiri," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman Hasibuan.



Menurut Genman, jika pergi berkelompok harimau cenderung tak akan menyerang. Sebab dia sulit mendeteksi korban untuk diserang karena sasaran lebih dari satu.

Namun hal terpenting yang perlu untuk diperhatikan yakni tidak masuk habitat harimau sumatera. Sebab hal ini bakal membuat harimau menyerang manusia yang ada di wilayahnya.

"Kalau berkelompok harimau juga mikir kalau mau menyerang. Tapi sebenarnya lebih penting, kita jangan ganggu atau datang ke rumahnya, kalau diganggu ya harimau ganggu manusia," kata Genman.

Terakhir, Genman menyebut lokasi petani kopi diserang harimau adalah kawasan hutan lindung. Bahkan lokasi itu jauh dari pemukiman yang ada di Tebet Benawa, Dempo Selatan, Pagaralam.

"Ada dua kejadian, Marta diserang dan luka dan terkahir ini korban meninggal, Yudiansyah. Itu sama-sama di wilayah hutan lindung dan wilayah jelajahnya," tegas Genman.
Halaman

(ras/rvk)