Kapolda Sulit Lacak Ancaman Bom Via Telepon
Jumat, 18 Nov 2005 15:22 WIB
Jakarta - Korban ancaman bom via telepon terpaksa gigit jari. Jejak-jejak aksi teror ini bakal sulit dilacak selama registrasi handphone (HP) prabayar belum kelar."Kalau belum terpenuhi peraturan pemerintah untuk mendaftarkan nomor telepon, kita akan sulit melacaknya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/11/2005).Menurut Kapolda, pendaftaran nomor telepon dilakukan paling lambat Maret 2006. "Kalau sudah ada registrasi yang baik bahwa HP prabayar pun harus memberikan identifikasi dari pemiliknya akan lebih mudah kita lacak, sehingga tidak ada lagi orang yang akan menggunakan HP untuk ancaman," ujar Kapolda.Namun demikian, menurut Kapolda, laporan masyarakat mengenai ancaman bom akan terus ditelusuri. "Ancaman bom yang marak terpulang kepada masyarakat untuk menggunakan telepon dalam ancamannya dan ternyata isinya tidak ada. Tetapi kita akan memberikan pelayanan pemeriksaan tempat tersebut untuk klarifikasi," tutur Kapolda.Seperti diberitakan, Wisma Manulife Indonesia, Jalan Pegangsaan Timur, Menteng dan Plaza BII lantai 3, Jalan MH Thamrin, Menteng, mendapat ancaman bom pada 17 November. Setelah disisir, ternyata hasilnya nihil.Ancaman bom serupa juga dialami SMP Mardi Yuana, Depok pada 16 November pukul 09.55 WIB. Selain itu, Salon Jhony dan Wartel Mall Citra Klender dan di Hotel Pecenongan juga ada ancaman bom pada 12 November.
(aan/)











































