PKS Setuju Penamaan RUU Perlindungan Tokoh Agama: Agar Tak Multitafsir

Mochamad Zhacky - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 20:01 WIB
Foto: Al Muzzammil Yusuf. (dok. detikcom)
Foto: Al Muzzammil Yusuf. (dok. detikcom)
Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menyetujui penamaan RUU yang mengatur perihal perlindungan ulama menjadi RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama. Fraksi PKS menyebut penamaan RUU Perlindungan Agama dan Tokoh Agama diputuskan agar tidak multitafsir.

"Dalam pembahasan, karena yang kita maksud dengan... RUU itu kita katakan untuk seluruh agama, maka dari pimpinan diusulkan agar tidak multitafsir seakan-akan hanya untuk umat Islam saja, maka kata-kata ulama di awalnya dihilangkan," kata anggota Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

PKS sendiri awalnya mengusulkan RUU tentang Perlindungan Agama, Ulama dan Simbol Agama-agama. Menurut Muzzammil, penghilangan diksi 'ulama' tidak mengubah substansi RUU-nya.


"Jadi subtansinya tetap, tidak berubah, perlindungan tokoh agama. Tokoh agama di dalamnya ada ulama, ada pendeta dan lain-lain di situ. Simbol agama juga simbol agama, di awal kita masukkan itu," jelas Muzzammil.

Muzzammil mengungkapkan, usulan PKS perihal RUU Perlindungan Tokoh Agama itu didukung Fraksi PPP dan PKB. Namun, untuk PPP dan PKB awalnya mengusulkan RUU tentang Perlidungan Kyai dan Guru Ngaji.

Selanjutnya
Halaman
1 2