Sabet Hakim Pakai Ikat Pinggang, Eks Pengacara TW Dituntut 8 Bulan Bui

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 18:55 WIB
Mantan pengacara Tomy Winata (TW), Desrizal Chaniago, dituntut 8 bulan penjara. (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Mantan pengacara Tomy Winata (TW), Desrizal Chaniago, dituntut 8 bulan penjara. Desrizal diyakini bersalah melakukan kekerasan terhadap hakim Sunarso dan Duta Baskara.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini menyatakan terdakwa Desrizal terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan kekerasan, memaksa seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah," kata jaksa penuntut umum (JPU) Permana saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Hal yang meringankan bagi Desrizal, disebut jaksa, adalah belum pernah dihukum, tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan, bersikap sopan dalam persidangan, mengakui dan menyesali perbuatan, serta berjanji tidak mengulangi perbuatan sehingga diharapkan memperbaiki perilakunya yang akan datang.


Sedangkan hal memberatkan, Desrizal tidak menghormati lembaga pengadilan dan tidak menjalankan tugas advokat yang seharusnya berperilaku sesuai dengan etika profesinya.

Desrizal, selaku kuasa hukum penggugat pengusaha Tomy Winata melawan PT PWG selaku tergugat dkk dalam sidang perkara perdata nomor 223/pdt.G/2018/PN Jakpus. Sidang tersebut dipimpin hakim ketua Sunarso dan hakim anggota Duta Baskara dan M Junaed. Tapi pertimbangan putusan hakim tidak sesuai dengan harapan Desrizal.

Atas pertimbangan itu, jaksa mengatakan Desrizal membuka ikat pinggang dari celananya dengan dilipat. Kemudian Desrizal mendekati majelis hakim yang sedang membacakan pertimbangan putusan perkara tersebut dengan mengayunkan ikat pinggang ke arah Sunarso.

"Lalu, dengan tali pinggang yang dipegang tangan kanannya, terdakwa itu langsung diayunkan sebanyak satu kali, yang diarahkan ke bagian kepala, dan mengenai dahi kiri saksi Sunarso," kata JPU Permana.

Akibat hakim disabet pakai ikat pinggang, jaksa menyebut Sunarso dan Duta Baskara mengalami luka dahi dan tangan. Kedua hakim itu pun melakukan visum ke RS Hermina Jakarta.

Berdasarkan hasil visum dokter pada RS Hermina, Sunarso mengalami luka di bagian dahi kiri dengan ukuran 4x2 cm akibat benda tumpul. Sedangkan Duta Baskara mengalami luka memar tangan kiri dengan ukuran 1 x 1,5 cm akibat benda tumpul.

Atas perbuatan itu, Desrizal diyakini bersalah melanggar Pasal 212 KUHP. (fai/fdn)