Pasca Kerasukan, Polisi Ambil Sampel Darah Pekerja PT Sioen
Jumat, 18 Nov 2005 14:34 WIB
Jakarta - Untuk memastikan penyebab ratusan pekerja PT Sioen Indonesia pingsan massal, tim dokter dan tim identifikasi Polres Bekasi mengambil sampel darah 10 pekerja pabrik tersebut. Pekerja yang diambil darahnya merupakan pekerja yang pingsan.Kepala Unit Kriminal Khusus Polres Bekasi AKP Sugeng menyatakan 10 pekerja yang diambil sampel darahnya terdiri dari 8 karyawati yang berada di dalam ruang produksi dan 2 petugas keamanan yang berada di luar ruang produksi. Seperti diberitakan, histeria yang kemudian disusul pingsan mendadak bermula di ruang produksi."Perbedaan pengambilan sampel ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan darah antara orang yang berada di ruangan produksi dan orang yang berada di luar," kata Sugeng kepada wartawan di kantor PT Sioen Indonesia, Jalan Narogong Raya, Bantargebang, Bekasi, Jumat (18/11/2005).Sekitar 250 pekerja PT Sioen pada Rabu (16/11/2005) dan Kamis (17/11/2005), pingsan mendadak secara massal. Sebelum pingsan, para pekerja itu histeris dan kejang-kejang. Sebagian pekerja menduga kejadian itu akibat kerasukan. Namun dugaan lain, pekerja keracunan gas instalasi pabrik yang bocor.Pengambilan sampel darah yang dilakukan polisi untuk memastikan ada tidaknya keracunan gas tersebut. Sampel darah para pekerja akan dibawa ke Mabes Polri untuk diteliti. "Jika sampel darah 8 karyawati itu positif (mengalami keracunan) maka penyidikan akan dilakukan dari dalam ruang produksi," kata Sugeng.Nyaris DitolakPolisi nyaris bernasib sama dengan petugas Dinas Tenaga Kerja Bekasi. PT Sioen semula menolak menemui petugas Polres Bekasi dengan alasan masih sibuk mengikuti rukyah. Namun setelah digertak oleh polisi, manajemen PT Sioen pun mengalah."Saya ini polisi dan bapak tak bisa menghalangi penyidikan," kata Sugeng kepada sekuriti yang menyampaikan penolakan manajemen.Setelah digertak, koordinator keamanan akhirnya mengantarkan petugas polres menemui manajemen. Setelah menunggu 25 menit, tim polisi baru bisa melakukan pengambilan sampel darah.Sementara itu, Manajer Personalia PT Sioen, Aristoteles, seperti biasa enggan memberikan komentar kepada wartawan. Ia hanya memberikan komentar pendek tentang penyembelihan sapi dan rukyah yang digelar pabrik.Aristoteles menyatakan tak percaya dengan kewajiban memberikan sesajen berupa penyembelihan hewan. Namun perusahaan mengikuti saja prosesi itu karena menyesuaikan diri dengan budaya yang ada.
(iy/)











































