Dewi Wafat Diduga Anthrax, Dokter Hanya Mengira Maag Keram

Dewi Wafat Diduga Anthrax, Dokter Hanya Mengira Maag Keram

- detikNews
Jumat, 18 Nov 2005 14:25 WIB
Makassar - Dokter yang merawat Dewi (18) sama sekali tidak kepikiran virus anthrax. Dia menduga mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini hanya mengalami gejala dispeksia akut, yakni gejala maag keram.Malang bagi Dewi. Perempuan muda bernama lengkap Dewi Sartika Andirani Bachtiar ini hanya sempat semalam saja dirawat di RS Plamonia, Makassar. Pada Kamis 17 November, Dewi menghembuskan nafas terakhir. Statusnya, meninggal karena diduga anthrax."Setelah saya tanyakan kepada dokter yang merawat, Dewi diduga mengalami gejala dispeksia akut, yaitu sebuah gejala maag keram. Setelah dirawat dengan diagnosa tersebut, lalu berkembang ada pendarahan," tutur Wakil Kepala RS Plamonia Letkol Djunaedi."Tapi kemudian saat ditangani, tiba-tiba ada shock karena nyeri yang hebat, lalu terjadi penurunan tanda-tanda vital sampai akhirnya meninggal," lanjutnya saat ditemui di RS Plamonia, Jl Jendral Sudirman, Makasar, Jumat (18/11/2005).Mengenai dugaan anthrax, menurut Djunaedi, gejala yang muncul sama sekali tidak mendukung. "Kita sama sekali tidak berpikir tentang anthrax, karena gejala anthrax tidak mendukung sama sekali," ujarnya.Hal senada disampaikan dokter yang langsung menangani Dewi, dr Jimmy Gunardi. Dia membenarkan jika dispeksia akut bisa menyebabkan shock. " Pada tingkat tertentu, jika terjadi nyeri yang sangat hebat, bisa saja terjadi shock dan respirasi (pernafasan) pun terganggu," jelasnya.Namun keduanya tidak menjelaskan soal kejanggalan kondisi jenazah Dewi. Seperti diberitakan, dugaan Dewi meninggal karena terjangkit anthrax berdasarkan kondisi jasadnya yang bengkak pada kaki dan berair, serta muncul bintik-bintik hitam di kaki. Sewaktu dirawat, kaki Dewi mengalami kelumpuhan, matanya mengeluarkan darah, dan dari mulutnya keluar busa. (mly/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads