Petakan Macet Mudik Natal-Tahun Baru, Menhub Akan Cek Tol Elevated-Cipali

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 16:11 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi (Dok. Kemenhub)
Menhub Budi Karya Sumadi (Dok. Kemenhub)
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi puncak mudik atau liburan Natal dan tahun baru terjadi pada 20-21 Desember 2019. Dia akan memetakan titik macet di sejumlah ruas tol yang biasa menjadi titik kemacetan.

"Puncak mudik itu kalau dari hasil riset kita adalah tanggal 20-21. Kita memetakan kegiatan-kegiatan pergerakan darat itu akan seperti apa. Masifnya pasti ke Jawa Tengah. Oleh karenanya, kami hari minggu nanti akan melakukan cek terhadap tol elevated dan juga Cipali yang ditengarai banyak kecelakaan dan kurangnya rest area," kata Menhub Budi Karya di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).


Kemenhub akan memastikan arus ke arah timur akan berjalan dengan lancar. Rencananya, Budi akan melakukan monitoring pada Minggu (8/12) ini.

Selain itu, dia mewaspadai adanya penumpukan penumpang di Pelabuhan saat mudik Natal dan Tahun Baru. Budi mengatakan penumpukan bisa terjadi karena banyak masyarakat yang berpergian menuju wilayah Sumatera.

"Oleh karenanya, penumpukan itu akan terjadi di dua titik, pada saat balik itu di Merak, pada saat pulang itu di Bakauheni. Jadi memang harus ada suatu manajemen yang lebih canggih, lebih tepat sehingga tidak ada penumpukan," sambung Budi.


Budi juga bicara soal arus mudik via jalur laut. Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut mengenai ketersediaan kapal yang akan beroperasi ke wilayah Indonesia bagian timur.

"Laut ini saya memang chat dengan Kapolda Maluku, saya minta diindikasi, di mana tempat-tempatnya yang dulu itu kurang baik. Karena Pak Dirjen laut sudah menunjukkan beberapa kapal-kapal yang beroperasi di Barat akan kita pindahkan ke Timur, terutama NTB, Maluku, Papua, dan Manado. Jadi biar tidak terjadi pelonjakan," kata Budi.

Untuk transportasi kereta api, Budi sudah meminta untuk ditambah. "Kalau kereta api selalu top lah ya. Dia selalu mendapat pesanan lebih banyak dari apa yang dipesan," jelasnya. (jef/idn)