RI, Singapura, dan AS Gagas Penanganan Flu Burung
Jumat, 18 Nov 2005 13:47 WIB
Busan - Sebuah pilot poject penanganan flu burung dalam waktu dekat akan dibangun di Indonesia. Apabila sukses, hasil progam yang digagas pemerintah Indonesia, Singapura, dan Amerika Serikat (AS) ini akan disebarluaskan ke negara-negara lain."Modelnya berdasar prinsip-prinsip yang telah digariskan WHO. Mulai dari pemantauan dan penanangan sampel dan Untuk pembiayaannya akan dibahas dengan Bank Dunia," kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima PM Singapura, Lee Hsien Loong, di Busan, Korea Selatan, seperti disampaikan reporter detikcom Luhur Hertanto. Dino menjelaskan, secara garis besar pilot project itu nanti akan fokus pada penelitian kemungkinan munculnya varian baru dari virus flu burung. Sehingga bila sampai terjadi mutasi yang menjadikan virus mematikan ini dapat menular antar manusia, dapat dideteksi sejak dini. Indonesia berkepentingan dengan proyek tersebut, mengingat saat ini merupakan negara terbesar ke dua setelah Cina dalam jumlah kasus flu burung. "Kemampuan mendeteksi kemungkinan adanya flu jenis baru sangat penting. Tapi sulit didapat. Peralatan yang canggih hanya ada di AS dan Jepang. Menghadapi ancaman pandemi, keperluannya semakin besar," ujarnya.
(asy/)











































