KPK Panggil 4 Eks Pejabat PES di Kasus Mafia Migas

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 11:10 WIB
Gedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - KPK memanggil mantan Head of Finance Pertamina Energy Services Pte Ltd (PES) Simson Panjaitan terkait kasus perdagangan minyak mentah dan kilang di PES. Simson dipanggil sebagai saksi untuk mantan Managing Director PES Bambang Irianto.

Bambang Irianto juga pernah menjabat Dirut Pertamina Energy Tranding Ltd (Petral) sebelum dibubarkan pada 2015.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BI (Bambang Irianto)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).
Selain Simson, ada dua mantan pejabat PES yang dipanggil, yaitu mantan Senior Risk Management and Internal Control PES, Rudi Donardi; dan mantan Chief of Operation and Shipping PES, Mohamad Iskandar Mirza.

KPK juga memanggil Financing Planning and Evaluation Manager Direktorat Keuangan dan Strategi Perusahaan PT Pertamina (Persero) yang juga merupakan mantan Chief of Controller PES, Nailul Achmar.

Bambang Irianto ditetapkan tersangka karena diduga menerima duit suap USD 2,9 juta lewat perusahaan yang didirikannya di British Virgin Island, yakni SIAM Group Holding Ltd. Duit itu diduga diberikan ke Bambang karena membantu mengamankan jatah Kernel Oil dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang.

PES disebut KPK seharusnya mengacu pada pedoman yang menyebutkan penetapan penjual atau pembeli yang akan diundang untuk ikut dalam competitive bidding atau direct negotiation mengacu pada aturan PT Pertamina (Persero) dengan urutan prioritas: NOC (National Oil Company), Refiner/Producer, dan Potential Seller/Buyer.

Namun, pada kenyataannya, tidak semua perusahaan yang terdaftar pada Daftar Mitra Usaha Terseleksi (DMUT) PES diundang mengikuti tender di PES.
Selanjutnya
Halaman
1 2